Salah seorang netizen, Meggy, mengaku kalau ia dihubungi oleh nomor +242801130451 pada Sabtu (31/3) dini hari sebanyak dua kali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wah, udah GR ada yang nelepon dari luar negeri. Ga taunya scam ya," tulis salah satu netizen dalam cuitannya.
Negara yang memiliki sistem telekomunikasi canggih, seperti Swedia, juga tak luput dari hal ini.
Dikutip dari situs TrueCaller, bahkan provider 3 di Swedia sampai mengimbau pelanggannya untuk waspada dengan panggilan dari nomor berkode +242.
"Jika Anda dihubungi oleh nomor telepon berkode dari Afrika namun tak merasa ada kerabat yang sedang berada di sana, jangan pernah meneleponnya kembali. Jika terlanjur melakukannya, Anda bisa terancam terkena biaya telepon yang sangat mahal," tulis pihak 3 dalam keterangan resminya yang dirilis pada tahun 2013.
Diperkirakan biaya mengangkat telepon dari nomor tersebut bisa mencapai US$20 (sekitar Rp275 ribu) untuk beberapa detik.
Selain diminta tak menelepon balik, "korban" missed call +242 juga diminta tak mengangkat telepon dan mengirim pesan ke nomor berkode tersebut. Alasannya sama, sang pelaku diduga bakal mencuri pulsa dari sambungan telepon yang terangkat.
Situs Inc pada tahun lalu juga menulis, bahwa selain mencuri pulsa dalam modusnya pelaku akan merekam suara korban yang lalu disalahgunakan untuk kepentingan penipuan bergaya lain. Contohnya penipuan soal kerabat yang mendadak di rumah sakit dan butuh transfer dana.
Hingga saat ini, belum ada imbauan dari provider lokal mengenai fenomena +242.
Selain kode telepon +242 tersebut, Inc juga menulis ada sejumlah kode telepon yang patut dicurigai sebagai penipuan. Berikut ini ialah beberapa kode telepon yang kerap disalahgunakan oleh pelaku penipuan:
473 - Grenada
441 - Bermuda
784 - St. Vincent dan Grenadines
246 - Barbados
809, 829, dan 849 - Republik Dominika
264 - Anguilla
649 - Turks and Caicos
868 - Trinidad and Tobago
268 - Antigua
664 - Montserrat
(ard)