Bintang tersebut merupakan bintang raksasa berwarna biru yang bernama Icarus. Sebagai bintang individu, Icarus tercatat sebagai yang terjauh yang pernah ditangkap lensa Hubble.
Biasanya, sebuah bintang tak akan bisa ditangkap teleskop saat jaraknya sudah lebih dari 100 juta tahun cahaya. Tapi kasus Icarus ini unik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penemuan Icarus ini tak lepas dari keberuntungan. Lensa Hubble yang mengarah ke bintang itu terbantu oleh gravitasi sebuah gugus galaksi yang super masif sehingga Icarus yang jaraknya sangat jauh itu dapat terlihat oleh teleskop. Proses ini disebut oleh Kelly sebagai gravitational microlensing.
Sebelumnya pada April 2016, sebuah galaksi bernama Gn-Z11 berhasil ditangkap oleh lensa Hubble. Jaraknya yang sekitar 13,4 miliar tahun cahaya menjadikannya galaksi terjauh yang pernah ditemukan oleh Hubble.
Namun galaksi memang relatif lebih mudah ditemukan ketimbang bintang individual seperti Icarus tadi. Pada umumnya bintang tak bisa terjangkau oleh lensa teleskop ketika jaraknya berkisar 100 juta tahun cahaya. (evn)