Allianz berpartisipasi dalam putaran pendanaan Gojek sebesar US$1,5 miliar yang juga diikuti antara lain Alphabet Inc, Tencent, raksasa e-commerce China JD.com, serta layanan pengiriman berbasis China, Meituan.
Pendanaan tersebut dibuka tahun lalu ketika Tencent melakukan investasi. Putaran tersebut, menurut Techcrunch, telah ditutup pada valuasi yang melebihi US$4,5 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gojek dan Allianz sendiri telah menjalin hubungan selama 2 tahun terakhir melalui Allianz Indonesia. Perusahaan tersebut mendukung Gojek dengan menawarkan asuransi kesehatan bagi pengemudi Gojek dan keluarga mereka.
Alianz mengatakan mereka memiliki rencana untuk 'meningkatkan akses ke produk dan layanan asuransi' bagi para mitra dan pelanggan Gojek. Hal itu masuk akal mengingat Go-Jek memiliki banyak layanan keuangan di Indonesia.
Lihat juga:Kaskus Siap Suntik Dana ke Empat Startup |
Gojek Belum Respons
Hingga berita ini ditulis, CNNIndonesia.com telah meminta konfirmasi tapi belum mendapatkan respons dari pihak Gojek.
Selain itu, Gojek juga dilaporkan tengah menyiapkan ekspansi ke empat pasar baru di luar negeri. Perusahaan aplikasi transportasi itu telah mempekerjakan manajemen dan tim operasional di Filipina, Thailand dan Vietnam dan kemungkinan juga di Singapura.
Dengan kucuran dana ini, valuasi Gojek kini menyentuh US$4,5 miliar. Sebelum mendanai Gojek, Allianz mendanai startup Eropa seperti N26 dan layanan asuransi mikro, Bima.
Penerimaan dana Gojek ini datang hanya beberapa pekan setelah Grab melahap bisnis Uber di Asia Tenggara. (asa)