Peneliti Temukan Metode Dengarkan Suara Tabrakan Lubang Hitam

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Jumat, 13/04/2018 07:10 WIB
Peneliti Temukan Metode Dengarkan Suara Tabrakan Lubang Hitam Ilustrasi lubang hitam. (Foto: Dok. Paramount Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tim ilmuwan asal Australia menyatakan telah menemukan metode baru untuk mendengarkan suara tabrakan lubang hitam. Metode tersebut memungkinkan astrofisikawan mendengar lubang hitam bertabrakan satu sama lain, meski terbatas ruang dan waktu.

Teknik baru ini diharapkan bisa mengungkap keberadaan ribuan lubang hitam yang selama ini tersembunyi.

"Kami tidak hanya melihat lubang hitam di lingkungan terdekat kami, kami melihat lubang hitam dari usia awal alam semesta ketika bintang-bintang baru dibuat," terang Dr Eric Thrane dari Monash University kepada ABC.


Fenomena tabrakan lubang hitam sendiri sering terjadi. Ilmuwan mencatat dalam tiga menit, rata-rata dua lubang hitam saling bertabrakan.

Proses tabrakan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor gravitasi yang mengguncang struktur ruang dan waktu. Riak-riak gravitasi yang melintasi kosmos pun bisa memengaruhi proses tersebut.

"Gelombang gravitasi bukanlah gelombang suara, tetapi kami dapat merepresentasikannya sebagai suara, jadi kita dapat mendengarkan apa yang disebut lubang hitam bersama-sama," terang astrofisikawan Silvia Biscoveanu, dari MIT University yang juga bergabung dalam penelitian ini.

Fisikawan pertama kali mendeteksi radiasi gelombang gravitasi ini pada 2016 dan langsung menerima hadiah Nobel. Mereka menggunakan instrumen LIGO untuk mengujinya di Amerika Serikat demi membuktikan kebenaran teori relativitas Albert Einstein. 

Hal itu berkaitan juga dengan banyaknya ilmuwan yang meragukan instrumen LIGO yang terhitung sensitif untuk mendengar bunyi ini.

Kini, tim peneliti dari Australia mengatakan bahwa memanfaatkan kekuatan super komputer yang terdapat di Swinburne University memungkinkan mereka mendengarkan bunyi ini bahkan lebih dekat.

Teknik baru ini akan diterbitkan dalam jurnal Physical Review X. Jurnal tersebut juga akan menjelaskan cara memilah-milah sejumlah besar data yang telah dikumpulkan detektor dan suara latar belakang.

"Ini memberi kita 'rasa' alam semesta yang paling ekstrim," kata Matthew Bailes, Direktur Pusat Excellence OzGrav untuk Penemuan Gelombang Gravitasi.

Kemampuan mendengarkan suara begitu banyak lubang hitam kecil yang jauh dari Bumi akan memungkinkan para ilmuwan mengeksplorasi lebih dalam sejarah alam semesta. (evn)