Huawei menuangkan pandangan lengkapnya tersebut ke dalam Global Industry Vision (GIV) 2025 yang menitikberatkan peran dan pemanfaatan AI.
William Xu, Chief Strategy Marketing Officer Huawei, mengatakan AI terutama akan berpengaruh pada pola komunikasi. Ia berkata konten video akan merajai trafik data hingga 89 persen. Lalu secara korporasi, 86 persen di antaranya akan menggunakan AI dalam operasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan tersebut juga mendapati perangkat pintar akan melonjak seiring populernya AI. Sektar 40 miliar perangkat cerdas, 12 persen dari tempat tinggal akan memiliki robot pelayan, 440 juta pengguna VR/AR.
Namun yang tak kalah penting, emisi karbon dari setiap koneksi yang tercipta ini diperkirakan turun hingga 80 persen pada 2025.
Lihat juga:Elon Musk Sebut AI Paling Bikin Stres |
"Yang diperlukan agar semua benda terhubung adalah 5G dan ultra broadband," ujar Direktur Eksekutif Huawei, David Wang.
Indonesia mulai mencicipi kecepatan 4G secara komersial pada 2015 lalu. Mengingat masa perjalanannya yang masih tergolong singkat, para operator seluler diperkirakan tak akan beralih ke 5G dalam waktu dekat.
Sementara beberapa negara seperti Korea Selatan dan Jepang diketahui mulai berancang-ancang menerapkan jaringan 5G. Efek paling hebat dari 5G ini adalah koneksi internet berkecepatan gigabits per second (Gbps). (evn)