Ilmuwan Temukan Mikroba Pengurai Sampah Plastik

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 18/04/2018 12:15 WIB
Ilmuwan Temukan Mikroba Pengurai Sampah Plastik Ilustrasi. Ilmuwan menemukan mikroba pengurai sampah plastik. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ilmuwan menemukan solusi untuk mengurangi limbah sampah plastik dalam hitungan hari. Proses ini menekan waktu menghancurkan sampah plastik biasanya membutuhkan 10 hingga 12 tahun untuk terurai.

Penemuan penting ini ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 2016. Saat itu mikroba bakteri di sebuah tempat pembuangan limbah pabrik di Jepang ditemukan telah berevolusi untuk memakan plastik.

Saat itu ilmuwan menarik kesimpulan bahwa bug jadi penyebab perubahan pada struktur enzim mikroba. Penemuan tak terduga ini juga seakan membuktikan bahwa ada ruang untuk mengingkatkan kemampuan enzim dlam proses daur ulang sampah plastik.


"Keberuntungan sering memainkan peran penting dalam penelitian ilmiah, tak terkecuali penemuan ini yang menggerakkan kita lebih dekat ke solusi daur ulang untuk tumpukan sampah plastik yang dibuang," imbuh ahli biologi struktural John McGeehan dari Universita Portsmouth, Inggris.

McGeehan bersama tim peneliti yang tergabung dalam Laboratorium Energi Terbarukan Nasional (NREL) di bawah Departemen Energi AS sedang menyelidi struktur kristal enzim PETase. Enzim ini membantu mikroba ideonella sakaiensis saat mengurai botol plastik PET (Polietilena terephtahalate) di Jepang yang secara tak sengaja membuatnya terurai lebih cepat.

Kandungan bakteri sakaiensis yang sudah ada dalam plastik berbahan PET telah dipatenkan pada 1940-an dan membuatnya bisa berevolusi untuk memakan plastik--meski kecepatannya dinilai lambat. Satu botol plastik tercatat memerlukan waktu berabad-abad untuk bisa terurai secara alami.

Dibandingkan produksi sampah plastik di planet ini yang mencapai miliaran ton di tempat pembuangan dikhawatirkan bisa mencemari laut dan mengancam keberadaan ekosistem di dalamnya.

Penemuan McGeehan bersama timnya digadang-gadang mampu menghancurkan PET hanya dalam hitungan hari saja.

"Setelah 96 jam, anda dapat melihat dengan jelas melalui mikroskop elektron bahwa PETase dapat mengurai PET. Tes ini menggunakan contoh nyata dari apa yang ditemukan di daratan dan lautan," imbuh ahli biologi NREL, Bryon Donohoe seperti dirangkun The Guardian.

Sinar X membantu mengukur efisiensi PETase pada tingkat molekuler menggunakan model 3D beresolusi ultra tinggi dari siklus aktif yang berhasil ditangkap dan dipecahkan.

"Dengan alat ini kami mampu melihat cara kerja dari katalis biologis dan cetak biru dari enzim ini dan membuatnya lebih cepat dan lebih efisien," imbuh McGeehan.

Muatan enzim dalam versi rekaysa tercatat mampu bekerja 20 persen lebih efektif dalam memecahkan plastik dibandingkan enzim alami. Tim yang terlibat mengatakan temuan ini penting untuk dioptimalkan dan ditambah jumlahnya untuk mendaur ulang sampah plastik dan bahan lain. (btg/evn)