Temuan itu diungkap dalam program Ekspedisi Keanekaragaman Hayati Laut Dalam Jawa Selatan 2018 (SJADES 2018) yang melibatkan 30 ilmuwan dan 25 awak kapal. Ekspedisi yang menghabiskan waktu hingga dua pekan itu berhasil menemukan 12 jenis kelomang, udang, lobster, dan kepiting.
Ekspedisi yang pertama kali dilakukan ini dimulai sejak 23 Maret hingga 5 April 2018 di 25 titik dari Jakarta hingga ke Cilacap, Jawa Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di area tersebut hampir belum pernah ada yang melakukan eksplorasi untuk mengungkap kehidupan spesies hewan bawah laut yang menarik," ungkapnya dalam situs National University of Singapore.
Peneliti juga menemukan sejumlah makhluk laut raksasa. Mulai dari cumi-cumi sepanjang 50cm dan teripang laut ungu seberat 1kg. Sementara makluk laut terkecil berjenis cacing dan sejenis crustacean yang disebut copepods berukuran 1mm hingga 2mm juga turut ditemukan.
"Membiasakan diri dengan mabuk laut cukup mudah; nantinya akan terbiasa dengan medan sulit. Mengambil sampel di saat ekspedisi justru sangat sulit," ungkap Prof Ng mengutip South China Morning Post.
Kendala yang dihadapi tim peneliti tak sampai disitu, tim peneliti mengantongi peta yang salah dalam menginformasikan kedalaman dan medan ekspedisi. Akibatnya, tujuh dari delapan jaring sobek ketika coba diturunkan. Tim pun harus memperbaiki sobekan agar jaring bisa dipakai kembali.
Sementara beam trawl (jaring trawl) dan tension dari tali berukuran 4 ton yang diturunkan untuk menarik trawl saat mengumpulkan sampel juga tersangkut lumpur dan tanah. (evn)