Lima Peneliti Remaja Indonesia Raih Medali Emas di China

Antara, CNN Indonesia | Kamis, 21/07/2016 14:13 WIB
Lima Peneliti Remaja Indonesia Raih Medali Emas di China Pameran International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Jakarta tahun 2014 (CNN Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lima peneliti remaja asal Indonesia berhasil mengharumkan nama negara dengan meraih medali emas di ajang bergengsi International Exhibition for Young Inventors (IEYI) yang digelar di Harbin, China, pada 15-20 Juli 2016.

Sekretaris Utama LIPI Siti Nuramaliati Prijono mengatakan gembira atas capaian para peneliti remaja Indonesia yang merupakan binaan kompetisi ilmiah LIPI dengan tiga karya ilmiahnya berhasil menyabet satu medali emas, satu medali perak, dan sejumlah Special Award.

Lebih lanjut Siti mengatakan bahwa keberhasilan lima pelajar ini menjadi indikator peningkatan kualitas peneliti remaja di Indonesia.

"Kita harus dapat terus meningkatkan kualitas peneliti remaja dengan kompetisi sejenis di Indonesia seperti National Young Inventor Award (NYIA), sehingga mereka nantinya akan terbiasa berkompetisi dan tertarik pada riset".


Kepala Biro Kerja sama, Hukum, dan Humas LIPI  Nur Tri Aries Suestiningtyas mengatakan prestasi yang diraih lima peneliti remaja tersebut dapat menyetimulasi remaja lainnya agar ikut berinovasi menciptakan penelitian yang berguna untuk masyarakat.

Medali emas diraih atas karya inovasi berjudul D-box CC (Detector Box for CO and CO2) yang merupakan karya Aan Aria Nanda dan Feriawan Tan dari SMA Negeri 1 Tarakan, Kalimantan Utara. Keunggulan alat ini mampu mendeteksi kadar kandungan gas CO dan CO2 yang berbahaya bagi manusia.

Sedangkan, medali perak diraih oleh invensi berjudul "Smart Trash Bin" yang merupakan karya Ryan Timothy Abisha dari Sampoerna Academy Jakarta.

Fungsi alat ini adalah memberikan solusi bagi masyarakat, khususnya anak-anak, yang belum paham dalam mengategorikan dan memilah jenis sampah organik, non organik, atau metal.

Selain itu, alat ini dapat memberikan petunjuk jenis sampah yang akan dibuang. Selain meraih medali perak, invensi tersebut berhasil memperoleh Special Award from Japan dan Special Award from Macau.

Selain itu, Special Award from Singapore dan Special Award from Thailand berhasil diraih oleh invensi "Flood Mitigation System" atau Sistem Mitigasi Banjir. Penemunya adalah Asep Muhamady Anwar Salim bersama Muchammad Alfarisi dari SMK Negeri 2 Cimahi, Jawa Barat.

Invensi tersebut merupakan sistem informasi peringatan dini bencana banjir yang disampaikan melalui pesan singkat. Tujuan dari karya ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat dan deteksi dini kebencanaan lingkungan khususnya di daerah bencana banjir.

(tyo)