Kabar tersebut terungkap dari dokumen pemutusan kerja massal yang diajukan perusahaan kepada pemerintah.
Seluruh karyawan yang terkena imbas PHK dikabarkan akan mengakhiri masa kerja mereka pada 19 Juni mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam jangka waktu 30 hari, pemerintah AS meminta Qualcomm untuk melaporkan ke pemerintah ketika mulai memangkas lebih dari 50 karyawan dalam kurun waktu 30 hari. Demikian dilaporkan CNN.
Di saat yang sama, sekitar 269 karyawan yang berada di kantor Qualcomm di Santa Clara dan San Jose diketahui juga kehilangan pekerjaan mereka.
Lihat juga:Huawei akan Rilis Ponsel 5G Tahun Depan |
Langkah PHK massal ini juga ditempuh setelah Presiden Trump menangguhkan tawaran Broadcom untuk mengakuisisi bisnis Qualcomm. Trump melarang perusahaan asal AS tersebut berpindah tangan ke Broadcom yang notabene adalah pesaingnya. (evn)