Facebook Hapus Akun Jual Data Pribadi

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Rabu, 25/04/2018 07:35 WIB
Facebook Hapus Akun Jual Data Pribadi Ilustrasi. (Foto: Herman Setiyadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Facebook menghapus sejumlah akun dan halaman yang mengiklankan serta menjual data pribadi. Data tersebut berisi nomor jaminan sosial, alamat, nomor telepon, dan dugaan nomor kartu kredit dari lusinan orang.

Dikutip dari Reuters, Juru Bicara Facebook mengungkapkan posting berisi informasi penting seperti nomor jaminan sosial tidak diizinkan.

"Pos yang berisi informasi seperti nomor jaminan sosial atau informasi kartu kredit tidak diizinkan di Facebook, dan kami menghapus materi ini ketika kami menyadarinya," jelasnya, Selasa (24/4).


Dalam laman pencarian Google, masih ditemukan beberapa posting Facebook yang menawarkan untuk menjual detail pribadi termasuk nomor kartu kredit.
Peretas telah mengiklankan database informasi pribadi di platform sosia. Dikutip dari Motherboard, Facebook telah menyimpan identitas curian dan nomor jaminan sosial selama bertahun-tahun.

Laporan itu mengatakan setidaknya beberapa data dalam posting tersebut terlihat jelas. Lebih lanjut, Motherboard mengatakan telah mengkonfirmasi empat digit pertama dari nomor jaminan sosial, nama, alamat, dan tanggal lahir untuk empat orang yang datanya muncul dalam posting dari Juli 2014.

Minggu lalu, Facebook menghapus hampir 120 grup diskusi pribadi yang terdiri lebih dari 300.000 anggota. Kelompok tersebut dikabarkan mempromosikan sejumlah kegiatan terlarang, termasuk spam, penipuan , pengambilalihan akun, dan pengembalian pajak palsu.
Koleksi terbesar dari grup yang dilarang adalah mereka yang mempromosikan penjualan dan penggunaan rekening kartu kredit dan debit curian. Kelompok yang dilarang berikutnya termasuk yang memfasilitasi pengambil-alihan untuk akun online seperti Amazon, Google, Netflix, dan PayPal.

Perusahaan-perusahaan teknologi sedang diselidiki secara intensif tentang bagaimana mereka melindungi data pelanggan setelah Facebook terlibat dalam skandal besar di mana jutaan data pengguna diakses secara tidak layak oleh konsultasi politik. (age/age)