Produk baru ini sudah bisa diakses aplikasi Grab versi terbaru. Sama seperti layanan transportasi lainnya, GrabGerak pada prinsipnya mengantar penumpang dari satu titik ke titik lainnya.
Perbedaan utama dari GrabGerak adalah pengemudinya yang terlatih. Pengemudi dari 118 GrabCar tadi diwajibkan melakukan pelatihan khusus seputar kesetaraan dan layanan bagi penyandang disabilitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai platform transportasi terkemuka di Asia Tenggara, inisiatif ini merupakan langkah alamiah bagi kami untuk melangkah lebih jauh dari apa yang pasar lakukan," ucap Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/4).
Kendala dari segi aksesibilitas dan mobilitas menjadi momok bagi mereka di dalam negeri, mulai dari trotoar yang diokupasi pedagang kaki lima, jembatan pejalan kaki tanpa elevator, hingga area khusus penyandang disabilitas yang kerap diserobot angkutan umum.
Dari segi tarif, layanan ini tak berbeda jauh dari GrabCar. Hanya saja produk baru ini sedikit lebih murah.
Untuk sementara, layanan GrabGerak masih bersifat uji coba dan terbatas di wilayah Jabodetabek saja. Layanan pemesanan kendaraan yang ramah disabilitas ini terbilang baru di Indonesia. GrabGerak ini juga menambah koleksi produk mereka yang sudah ada sebelumnya mulai dari GrabBike, GrabCar, GrabHitch, GrabTaxi, GrabFood, dan Grabexpress. (evn)