Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Harjanto saat ditemui di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (25/4).
Baterai motor listrik yang diteliti oleh kedua perusahan itu bakal lebih mudah digunakan. Jika daya baterai habis, maka pemilik sepeda motor listrik dapat menukarnya tanpa harus melakukan pengisian yang biasanya memakan waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi katakanlah nanti di stasiun pengisian listrik atau di pompa bensin ada baterai. Nah nanti orang datang, tinggal tukar. Jadi kaya tabung gas yang tidak perlu nunggu," kata Harjanto.
Dia mengatakan para pengantar pos akan dibekali motor PCX berteknologi 'hijau' milik Honda. Namun untuk detail PCX itu Harjanto tak menyebutkannya.
Ramah Lingkungan
Harjanto memaparkan bahwa ada sekitar 200 unit PCX yang disediakan oleh Honda untuk uji cobanya di beberapa kota. Sehingga, pengantar pos bakal menggunakan motor ramah lingkungan Honda.
"Jadi mungkin tahun ini dijalankan. Nanti pengantar surat itu pakai motor listrik ada 200 unit di Jakarta, Bandung, Bali dan beberapa lainnya," ujar dia.
Lihat juga:Astra Honda Siapkan Vario dan BeAT Hybrid |
Selain PCX dengan teknologi hybrid di Indonesia, Astra Honda berkeinginan membuat skutik bongsornya itu agar memiliki tenaga murni listrik.
Rencana itu pun sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo melalui Presiden Direktur AHM Toshiyuki Inuma dalam perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018. (asa)