Hasilnya, Gaia berhasil memetakan galaksi Bima Sakti bersama dengan galaksi-galaksi lain yang berdekatan. Peta ini dibuat berdasarkan pengukuran terhadap 1,7 miliar bintang. Peta ini menjadi peta galaksi yang paling lengkap yang ada saat ini.
Peta ini menunjukkan bagaimana posisi, kecerahan, dan warna bintang yang diamati satelit ESA itu antara Juli 2014 hingga Mei 2016. Dengan meneliti lokasi kecerahan dan detil lain tentang galaksi kita, hasil pengamatan ini membantu peneliti memahami bagaimana posisi sistem tata surya kita diantara lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peta galaksi Bimasakti dan galaksi lain yang berdekatan. Foto paling atas menunjukkan bagaimana warna dan kecerahan bintaing. Foto tengah menunjukkan bagaimana kepadatan bintang. Sementara foto paling bawah menunjukkan bagaimana debu ruang angkasa yang mengisi galaksi (Europe Space Agency) |
Dalam peta ini, peneliti dapat mengidentifikasi tingkat kecerahan, warna bintang, kerapatan mereka, bahkan debu ruang angkasa yang mengisi galaksi.
Gaia diperkirakan akan beroperasi hingga 2020 untuk mengamati lebih dari 100 miliar bintang di galaksi. Observasi Gaia ini akan membantu pembuatan peta 3D galaksi. Sehingga dapat memahami lebih jauh tentang struktur dan evolusi, demikian mengutip Business Insider, Rabu (25/4). (eks)
Peta galaksi Bimasakti dan galaksi lain yang berdekatan. Foto paling atas menunjukkan bagaimana warna dan kecerahan bintaing. Foto tengah menunjukkan bagaimana kepadatan bintang. Sementara foto paling bawah menunjukkan bagaimana debu ruang angkasa yang mengisi galaksi (Europe Space Agency)