Tanggapi Kominfo, Facebook Tutup Aplikasi Penambang Data Lain

Bintoro Agung, CNN Indonesia | Kamis, 26/04/2018 14:08 WIB
Tanggapi Kominfo, Facebook Tutup Aplikasi Penambang Data Lain Facebook (REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Permintaan klarifikasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika kepada Facebook akhirnya berbalas. Facebook disebut sudah membatasi akses dan memutus aplikasi pihak ketiga yang diminta pemerintah.

"Facebook sudah melakukan pembatasan akses dan pemutusan aplikasi pihak ketiga sejenis seperti CubeYOU dan Aggregate IQ," ucap Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Semuel Abrijanji Pangerapan dalam pernyataan resmi, Kamis (26/4).

Kemenkominfo sebelumnya mempermasalahkan keberadaan aplikasi pihak ketiga CubeYOU dan Aggregate IQ yang bersifat mengumpulkan data pengguna seperti aplikasi "This is Your Digital Life" yang dimanfaatkan dalam skandal Cambridge Analytica.


Padahal saat pertemuan dengan perwakilan Facebook Indonesia beberapa waktu lalu, Menteri Rudiantara meminta agar aplikasi pihak ketiga yang bersifat mengumpulkan data pengguna segera ditutup.

Semuel dalam pernyataan tersebut juga berkata Facebook masih dalam proses audit sehingga penjelasan lengkap mengenai penyalahgunaan data butuh waktu lebih lama lagi.

Menyangkut hal itu, Semuel mengklaim akan ada petinggi Facebook yang terbang ke Indonesia untuk menjelaskan penanganan skandal ini.

"Saya juga mendapat kabar bahwa ada petinggi Facebook yang akan datang ke Indonesia untuk menjelaskan perkembangan lebih lanjut secara langsung kepada Menteri Kominfo."

Surat balasan dari Facebook ini diterima oleh Kemenkominfo pada 25 April 2018 atau sehari sebelum tenggat waktu yang pemerintah berikan terkait temuan dua aplikasi pihak ketiga CubeYOU dan Aggregate IQ.

Sebelumnya, Kominfo melayangkan surat kepada Facebook yang berisi empat permintaan, yakni terkait klarifikasi penyalahgunaan data pengguna Facebook oleh CubeYou dan Aggregate IQ.

Kominfo juga meminta Facebook 
membatasi akses data di Facebook, memberikan hasil audit, dan memberikan data pengguna Facebook Indonesia yang disalahgunakan Cambridge Analytica. 

Dengan adanya penjelasan Facebook ini maka Facebook masih punya pekerjaan rumah terkait dua pertanyaan Kominfo yang masih belum terjawab. 
(eks/eks)