Mamat memberikan kabar duka tewasnya badak jantan bernama Samson pada Senin (23/4). Balai Taman Nasional Ujung Kulon menemukan badak berusia 30 tahun tersebut tewas di Pantai Karang Ranjang, Banten.
Bangkai Samson ditemukan dalam keadaan utuh, bercula, dan lengkap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami belum tahu ini, belum dapat konfirmasi [kapan hasil tes] dari dokter hewan [akan selesai]. Tapi secepatnya akan kami tanyakan. Akan kami laporkan ke Pak Dirjen secara resmi," ungkapnya.
Di sisi lain, Mamat juga menyimpan kabar baik mengenai kelahiran dua bayi badak. Kelahiran bayi badak diketahui berdasarkan hasil rekaman video trap pada Februari 2018.
Lihat juga:Sudan, si Badak 'Tinder' yang Resmi Punah |
"Kedua badak ini belum diberi nama. Nanti sekiranya Pak Presiden dan menteri mau ke sana, maka akan diberikan nama untuk keduanya," lanjutnya.
Badak Jawa merupakan salah satu spesies paling langka di antara spesies badak yang masih ada dan masuk ke genus yang sama dengan badak India. Kini mereka dikategorikan dalam daftar Red List Data Book yang dikeluarkan oleh International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).
Badak Jawa juga diklasifikasikan sebagai jenis satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar. Dengan kematian Samson dan kelahiran yang baru terjadi, saat ini tercatat ada 68 badak Jawa di dunia dan semuanya berada di Ujung Kulon, Banten. (evn)