Pelatihan kecerdasan buatan tersebut diumumkan di konferensi pengembang tahunan Facebook, F8, kemarin (2/5) di San Jose, California, AS. Sebanyak 3,5 juta foto dari Instagram menjadi obyek pembelajaran mesin tersebut.
CTO Facebook, Mike Schroepfer menjelaskan bahwa salah satu tantangan untuk meningkatkan akurasi komputer mengenali obyek adalah kurangnya foto yang dilabeli dengan benar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala visi komputer terapan Facebook Manohar Paluri menjelaskan bahwa "noise"-nya adalah penggunaan hashtag sebagai label yang tidak mendeskripsikan obyek di gambar dengan benar.
Paluri melanjutkan bahwa setelah komputer mampu menganalisis miliaran foto itu, Facebook akan mencocokkan hasil gambar menggunakan basis data linguistik populer untuk bahasa Inggris yang disebut WordNet.
Peneliti proyek ini mengatakan bahwa dengan menggunakan WordNet, perusahaan dapat mengelompokkan hashtag umum satu sama lain untuk mengurangi noise. Dia juga mengaitkan hashtag yang memiliki makna sama, misalnya "beruang cokelat" yang dikaitkan dengan hashtag nama ilmiahnya "ursus arctos arctos".
Lihat juga:Perusahaan Pembocor Data Facebook Bangkrut |
Seluruh proyek AI membutuhkan waktu pengerjaan selama 22 hari dan kekuatan 330 unit pemrosesan grafis (GPU) yang cocok menjalankan tugas-tugas pembelajaran mendalam semacam ini.
Paluri mengatakan bahwa dengan kemampuan yang ditingkatkan untuk memahami gambar, Facebook akan dapat membuat deskripsi audio foto yang lebih akurat untuk pengguna tunanetra.
"Sejujurnya ini baru permulaan. Kami mulai belajar dari data ini," tutup Paluri. (age)