Rangkuman Pembaruan Penting di Google I/O 2018

Kustin Ayuwuragil, CNN Indonesia | Kamis, 10/05/2018 09:52 WIB
Rangkuman Pembaruan Penting di Google I/O 2018 Konferensi pengembang Google I/O (REUTERS/Stephen Lam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kecerdasan buatan (AI) menjadi tema besar konferensi pengembang tahunan Google I/O di 2018. CEO Google Sundar Pichai menghabiskan 90 pertama dalam presentasinya untuk membahas AI.

AI telah ditanamkan Google dalam banyak produknya. Berikut adalah beberapa poin penting dalam pengumuman Pichai pada Selasa (8/5).

Tulis Email Cerdas di Gmail


Gmail kini akan menggunakan mesin pembelajaran untuk banyak hal. Tidak hanya memprediksi kata-kata yang direncanakan pengguna untuk diketik, tetapi dia juga mampu memprediksi seluruh frasa.

Menurut BGR, prediksi tersebut tidaklah sederhana seperti alamat, tetapi seluruh frasa yang disarankan berdasarkan konteks dan riwayat pengguna. Fitur ini akan diluncurkan ke pengguna di bulan depan.


Fitur AI di Google Foto

Google Foto mendapatkan banyak fitur baru yang berbasis kecerdasan buatan dan mesin pembelajaran. Google Foto kini mampu mengambil foto hitam putih lawas dan mengubahkanya menjadi memiliki warna realistis. Foto itu juga akan diedit dalam prosesnya.

Google Assistant

Suara Google Asisstant asli diberi nama Holly dan berdasarkan pada rekaman aktual. Ke depan, Assistan akan mendapatkan enam suara baru termasuk suara penyanyi ternama John Legend.

Google menggunakan WaveNet untuk membuat suara menjadi lebih realistis. Mereka berharap bisa menyempurnakan semua aksen dan bahasa di seluruh dunia. Untuk diketahui, Google Assistant akan mendukung 30 bahasa berbeda pada akhir 2018.

Perusahaan yang bermarkas di Mountain View ini juga sedang mengusahakan percakapan sealami mungkin. Google memberikan banyak sekali upgrade untuk Assistant yang akan dirilis pekan depan.

Selain itu, mereka juga memungkinkan pengguna Asisstant untuk memberikan lebih banyak perintah dalam satu waktu. Fitur tersebut disebut dukungan Multiple Actions.

Fitur baru lain yang disebut "Pretty Please" akan membantu anak-anak kecil belajar kesantunan. Assistant akan memberikan tanggapan yang santun dan penguatan positif ketika anak-anak mengatakan tolong. Fitur ini akan diluncurkan akhir tahun 2018.

Google Duplex

Menggunakan text to speech, deep learning, AI, dan lainnya, Google Assistant dapat menjadi asisten nyata. Dalam demo di I / O 2018, asisten virtual itu melakukan telepon ke salon rambut dan melakukan percakapan bolak-balik dengan seorang karyawan.

Ini bukan fitur yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, tetapi ini adalah fokus yang sedang dikejar Google untuk bisnis dan konsumen. Sejauh ini, Google telah menghasilkan robot Home yang dapat berinteraksi dengan sangat baik.

[Gambas:Youtube]

Versi awal layanan ini bisa digunakan pebisnis untuk menginformasikan jam buka mulai beberapa minggu mendatang.

Google Maps

Maps akan memiliki tab baru yang bertuliskan "Untuk Anda" di aplikasi. Tab ini menunjukkan kepada pengguna bisnis baru serta restoran yang menjadi tren di sekitar mereka.

Google juga menambahkan skor "Your Match" baru untuk menampilkan kemungkinan pengguna menyukai restoran baru berdasarkan peringkat historis mereka.

Pengguna juga memiliki fitur baru untuk membagikan daftar restoran yang ingin didatangi bersama-sama. Cukup tekan lama pada daftar restoran mana pun maka pengguna akan dapat daftar restoran itu dengan teman-teman.

Mereka dapat menambahkan opsi lain, dan grup kemudian dapat memilih restoran dari daftar grup. Fitur-fitur baru ini akan diluncurkan ke Maps musim panas ini.

Selain itu, Google mengumumkan bahwa mereka juga mengerjakan fitur baru yang memadukan visi komputer dengan kamera dan Google Maps Street View untuk menciptakan pengalaman AR di Google Maps.

Google Lens juga akan berkolaborasi dalam proyek ini dalam beberapa pekan mendatang. Lens sendiri kini dapat memahami kata-kata, sehingga pengguna dapat menyalin dan menempel kata pada tanda atau selembar kertas ke papan klip ponsel.

Pecinta belanja juga akan mendapatkan fitur belanja baru yang memungkinkan pengguna mengarahkan kamera ke item untuk mendapatkan harga dan ulasan.

Yang lebih menarik, Google Lens sekarang bekerja secara real time ke item pemindaian konstan dalam bingkai kamera untuk memberikan informasi mengenai benda itu dan segera, seperto diberitakan BGR. (eks/eks)