Konten iklan yang disebar Rusia ini biasanya memuji Trump dan menyerbu lawan Demokratnya, Hillary Clinton. Postingan lainnya memuji lawan Demokrat Clinton, Bernie Sanders.
Iklan-iklan ini seringkali bersifat provokatif pada isu-isu seperti imigrasi dan pengendalian kepemilikan senjata. Mereka sering melontarkan konten yang dibahas dari dua sisi berbeda untuk masalah yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok pembuat konten
Mereka membuat konten sesuai dengan kelompok pengguna yang ingin ditarget. Misal mereka ingin mempromosikan konten terkait ras Afrika di AS. Maka mereka melemparkan iklan ini ke orang yang tertarik dengan Martin Luther King Jr., Pergerakan Hak Sipil Afrika-Amerika, sejarah Afrika-Amerika, Malcolm X, bahkan menargetkan mereka yang suka warna hitam.
Contoh lain adalah pada laman yang disponsori oleh kelompok "Tentara Yesus". Mereka menyamakan Clinton dengan Setan. Iklan ini diarahkan pada orang-orang yang minatnya termasuk "menghentikan imigrasi ilegal".
Rusia disebutkan menghabiskan US$ 100 ribu (Rp1,4 miliar) untuk iklan di Facebook. Kelompok-kelompok yang dibayar untuk membuat konten tersebut setidaknya berhasil menjangkau lebih dari 100 juta orang Amerika, seperti disebutkan The Independent.
Sementara itu, Facebook berjanji untuk mulai merilis lebih banyak informasi tentang iklan politik. Mereka juga telah meluncurkan fitur yang memungkinkan pengguna melihat apakah mereka berinteraksi dengan konten buatan Rusia. (eks)