Plt Humas Kemenkominfo Noor Izza mengimbau masyarakat tidak menyebar atau memviralkan foto-foto dan video korban bom di Surabaya melalui media apapun.
"Imbauan kepada masyarakat untuk menghentikan aksi menyebarkan foto dan video karena berisi konten kekerasan dan memberikan efek ketakutan," ucapnya kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kominfo juga telah melakukan pengecekan, sejauh ini baru ditemukan sekitar lima video terkait pengeboman bom Surabaya tapi jumahnya diyakini akan terus bertambah. Kami meminta YouTube untuk men-take down video-video tersebut," imbuhnya.
"Informasi yang diterima dan dibagikan lagi melalui media sosial sangat rentan disesatkan dengan data-data yang tidak benar karena tidak ada pengecekan ulang. Ingat prinsip jarim harimaumu karena bukan tidak mungkin informasi yang dibagikan justru hoaks," tulisnya melalui pesan singkat.
Beredarnya foto dan video melalui media sosial menyusul ledakan yang terjadi di tiga tempat berbeda di Surabaya. Pelaku peledakan diduga menyamar sebagai jemaat Gereja dan meledakkan bom bunuh diri.
Ketiga lokasi peledakan yakni di depan Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel utara, GKI Diponegoro, dan GPPS Sawahan di Jalan Arjuno, Surabaya.
[Gambas:Video CNN] (evn)