Kebutuhan nutuk menentukan kemunculan hilal jadi salah satu dorongan bagi ilmuwan Muslim dalam mempelajari ilmu astronomi. Ketika bulan baru telah terlihat secara jelas dengan mata telanjang, umat Islam akan memulai penghitungan hisab atau penampilan bulan baru.
Meski bisa diperkirakan, penentuan awal Ramadan tetap mengadalkan kemunculan hilal. Pemantauan hilal dilakukan di beberapa lokasi menggunakan teleskop jelang terbenamnya Matahari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara elongation merupakan sudut yang dibentuk oleh dua objek langit yang dilihat oleh pengamat. Umur bulan dihitung berdasarkan selisih dari terbenamnya Matahari dengan peristiwa ketika Matahari dan Bumi berada dalam satu garis di bidang ekliptika (konjungsi).
Lihat juga:Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei |
1. Ketika Matahari terbenam, altitude-nya tidak lebih dari 2 derajat dan sudut elongasinya tidak kurang daripada 3 derajat.
2. Ketika bulan terbenam, umur bulan tidak kurang daripada 8 jam selepas ijtimak/konjungsi berlaku.
Saat hilal terlihat, Kementerian Agama akan melakukan sidang isbat untuk menentukan awal dan akhir Ramadan.
Tahun ini, sidang isbat akan dilakukan hari ini (15/5) pukul 16.00 WIB. Tim Hisab dan Rukyat Kemenag akan memaparkan posisi hilal jelang awal Ramadan 1439 H. Selepas salat Maghrib, Kemenag akan membuat keputusan penetapan awal Ramadan berdasarkan laporan hasil rukyatul hilal dari lokasi pemantauan. (evn)