Aplikasi yang bernama Cube TV tersebut menyasar pecinta gamers. Dalam aplikasi ini, pengguna bisa live streaming mobile gaming, menemukan arena eSports dan berbelanja game.
"Yang membedakan kami dari platform lain sejenis adalah adanya arena eSport dan toko games seperti mall," terang Head of Marketing Bigo Live, Aswin Antonie, dalam peluncuran Cube TV di Shangri La Hotel, Senin (22/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aswin mengatakan bahwa pihaknya ingin berkontribusi dalam menciptakan lingkungan gaming yang merupakan bagian dari ekonomi kreatif Indonesia. Dia berharap Cube TV bisa memperluas jaringan pertemanan antar gamers, menjadi platform untuk saling menginspirasi hingga mendapatkan penghasilan.
Lihat juga:Kominfo Beri Sinyal Buka Blokir Bigo Live |
Saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Aswin mengatakan bahwa Cube TV akan berkontribusi dalam acara-acara e-gaming di masa depan.
Sejauh ini, Cube TV telah memiliki 2 juta pengguna aktif tiap bulan di Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika Selatan dan Rusia. Meski demikian, Aswin mengungkap bahwa Asia Tenggara memang menjadi fokus utama perusahaan sehingga peluncurannya pun dilakukan di Indonesia.
Cube TV mencakup lebih dari 300 game populer serta ratusan pertandingan. Selain konten siaran, aplikasi ini juga memiliki komunitas video game dan store paket in-game sendiri.
Bisnis globalnya meraup pendapatan sebesar USD300 juta pada 2017. Perusahaan yang dibangun sejak Maret 2016 ini mengklaim telah mendapat keuntungan dari model bisnis live streaming-nya.
"Kita sudah profit, udah BUT (badan usaha tetap) [di Indonesia], hanya dengan 1-2 persen orang yang membayar. Kita juga sudah bayar pajak kok," terang Aswin enggan menyebut angka keuntungan Bigo Live di Indonesia. (eks)