Peneliti Ungkap Kematian Hitler 4 Bulan Jelang Kemerdekaan RI

JNP, CNN Indonesia | Kamis, 24/05/2018 07:41 WIB
Peneliti Ungkap Kematian Hitler 4 Bulan Jelang Kemerdekaan RI Tim peneliti asal Prancis mengungkap penyebab kematian Adolf Hitler. (Foto: Wikipedia Commons)
Jakarta, CNN Indonesia -- Teori konspirasi tingkat tinggi yang menyatakan bahwa Adolf Hitler masih hidup seusai kekalahan Jerman di Perang Dunia II masih menjadi teka-teki. Untuk membantah keberadaan teori ini, lima orang peneliti asal Prancis melakukan riset untuk mengungkap teka-teki kematian Pemimpin Nazi tersebut.

Pemerintah Rusia mengizinkan sekelompok peneliti tersebut untuk memeriksa beberapa bagian tubuh Hitler. Gigi dan tulang belulang yang telah diamakan di Moskow jadi beberapa bagian tubuh yang diperiksa oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Phillipe Chariler.

Hasilnya, Charlier dan tim menyebut Hitler semasa hidupnya adalah seorang vegetarian. Kesimpulan itu diambil lantaran tidak ada jejak serat daging di giginya.


Selain itu, ditemukan juga lapisan kebiruan yan diduga sebagai rekasi kimia antara sianida dengan gigi palsu Hitler yang mengandung logam.

Charlier dan tim juga tidak menemukan jejak mesiu yang mengindikasikan bahwa Hitler tidak menembakkan peluru ke mulutnya. Namun kemungkinan dari leher atau kepala.

Menyoal anggapan yang menyebut ia meninggal setelah dibakar oleh anak buahnya lantaran dianggap melakukan aksi bunuh diri di Fuhrerbunker, Jerman, tim peneliti juga meneliti lebih dalam tulang belulang Hitler.

Penelitian terhadap tulang Hitler dilakukan pada Maret dan Juli 2017. Akses pemeriksaan yang diberikan oleh Dinas Rahasia Rusia (FSB) merupakan pertama kalinya sejak tahun 1946.

Dalam penelitian ditemkan adanya lubang di bagian kepala kiri Hitler. Charlier menduga lubang tersebut disebabkan oleh luka tembakan.

Charlier dan tim menarik kesimpulan berdasarkan penelitian bahwa Hitler tewas pada 30 April 1945 di bunker bersama kekasihnya, Eva Braun. Selain itu, penelitian ini juga mengungkap dua penyebab kematiannya, meski tim peneliti tidak dapat memastikan apakah Diktator Jerman itu tewas karena luka tembahan atau karena pil sianida.

"Kami tidak tahu apakah Hitler bunuh diri dengan menelan pil sianida atau menembakkan peluru ke kepalanya. Kemungkinan keduanya," kata Charlier.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di majalah ilmiah "European Journal of Internal Medicine" pada pertengahan Mei ini sekaligus mematahkan teori konspirasi yang mengatakan Hitler selamat dalam Perang Dunia Kedua yang berakhir pada 2 September 1945 atau lima bulan setelah kematiannya.

"Kita bisa hentikan seluruh teori konspirasi tentang Hitler. Dia tidak kabur ke Argentina dengan menggunakan kapal selam, dia tidak berada di pangkalan tersembunyi di Antartika, atau di sisi gelap bulan," jelasnya seperti dilansir AFP. (evn)


ARTIKEL TERKAIT