Pemerintah Rusia mengizinkan sekelompok peneliti tersebut untuk memeriksa beberapa bagian tubuh Hitler. Gigi dan tulang belulang yang telah diamakan di Moskow jadi beberapa bagian tubuh yang diperiksa oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Profesor Phillipe Chariler.
Hasilnya, Charlier dan tim menyebut Hitler semasa hidupnya adalah seorang vegetarian. Kesimpulan itu diambil lantaran tidak ada jejak serat daging di giginya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Bahaya Petir di Tengah Cuaca Ekstrem |
Penelitian terhadap tulang Hitler dilakukan pada Maret dan Juli 2017. Akses pemeriksaan yang diberikan oleh Dinas Rahasia Rusia (FSB) merupakan pertama kalinya sejak tahun 1946.
Dalam penelitian ditemkan adanya lubang di bagian kepala kiri Hitler. Charlier menduga lubang tersebut disebabkan oleh luka tembakan.
Lihat juga:NASA Kirim Robot Ahli Geologi ke Mars |
"Kami tidak tahu apakah Hitler bunuh diri dengan menelan pil sianida atau menembakkan peluru ke kepalanya. Kemungkinan keduanya," kata Charlier.
Hasil penelitian yang dipublikasikan di majalah ilmiah "European Journal of Internal Medicine" pada pertengahan Mei ini sekaligus mematahkan teori konspirasi yang mengatakan Hitler selamat dalam Perang Dunia Kedua yang berakhir pada 2 September 1945 atau lima bulan setelah kematiannya.
"Kita bisa hentikan seluruh teori konspirasi tentang Hitler. Dia tidak kabur ke Argentina dengan menggunakan kapal selam, dia tidak berada di pangkalan tersembunyi di Antartika, atau di sisi gelap bulan," jelasnya seperti dilansir AFP. (evn)