Tak tanggung-tanggung, perusahaan yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini merogoh kocek US$500 juta (sekira Rp7,1 triliun) untuk rencana ekspansi bisnis tersebut.
Dilaporkan Reuters, Gojek akan turut memboyong layanan yang sama seperti yang selama ini sudah ada di Indonesia seperti layanan sepeda motor, mobil, pemesanan makanan, hingga kurir online.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tawaran ini terlihat menarik, karena saya harus membayar komisi sebesar 28 persen untuk Grab," ujar Tuan, pengemudi Grab di Vietnam kepada koran lokal Tuoi Tre.
Lihat juga:Start Up Paling Mengkilap |
Sejak Uber hengkang dari Asia Tenggara pada April lalu, Grab sempat menerima tuduhan monopoli karena sudah tidak ada pesaing di beberapa negara. Hasi linvestigasi yang dilakukan di Vietnam kemudian menunjukkan indikasi pelanggaran terhadap aturan penggabungan perusahaan Grab dan Uber. (evn)