Honda Tahan Harga di Tengah Suku Bunga BI Naik

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Jumat, 25/05/2018 11:53 WIB
Honda Tahan Harga di Tengah Suku Bunga BI Naik Honda BR-V di IIMS 2018. (Dok. HPM)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Honda Prospect Motor (HPM) masih sanggup menahan harga jual kendaraan di Indonesia setidaknya sampai Hari Raya Lebaran 2018 meski Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate 25 basis poin (bps) jadi 4,5 persen dari sebelumnya 4,25 persen.

Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM Jonfis Fandy mengatakan alternatif ini dilakukan agar tidak mengganggu daya beli konsumen terhadap mobil-mobil Honda menjelang lebaran.

Menjelang lebaran HPM menggelar program seperti bunga rendah selama tiga tahun atau bunga rendah 2,1 persen selain uang muda (DP/down payment) sebesar 20 persen.
"Untuk saat ini kami belum lakukan apa-apa. Sampai lebaran kami belum ada rencana menaikkan harga, setelah lebaran, belum tahu," kata Jonfis saat ditemui wartawan di Jakarta pada Kamis (24/5) malam.


"Leasing (pembiayaan) juga sama, saya rasa tidak ada leasing yang koreksi bunga saat ini, karena kesempatan lebaran ini jujur saja intensif untuk penjualan," ucap Jonfis kemudian.

Menurut Jonfis dalam kondisi seperti ini, faktor utama HPM menaikkan harga jual kendaraan adalah kenaikan suku bunga BI, dan bukan disebabkan rupiah anjlok.
Jonfis memaparkan jika pihaknya masih sanggup menahan harga jual kendaraan di tengah pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat yang terjadi dalam satu bulan terakhir. Sampai pagi hari ini, nilai tukar rupiah Rp14.155 per dolar AS.

Namun dikatakan Jonfis jika ada kenaikan suku bunga acuan, beban cicilan mobil per bulan cenderung mudah terjadi penyesuaian. Ada penambahan beban biaya kepada konsumen atas respon respon suku bunga acuan 4,5 persen.

"Sampai saat ini kita belum ada rencana, harga dinaikkan kan patokan terakhir kalau impact-nya seperti itu, dolar naik terus dalam jangka waktu panjang. Sudah tidak cukupi untuk menutupi kehidupan dari pada perusahaan," tutup Jonfis. (mik)