Honda Masih 'Galau' Pasarkan Motor Listrik di Indonesia

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Senin, 28/05/2018 09:46 WIB
Honda Masih 'Galau' Pasarkan Motor Listrik di Indonesia Foto: Dok. AHM
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Astra Honda Motor (AHM) telah menerima inden 50 unit untuk PCX hibrid padahal skutik itu belum memiliki Sertifikat Uji Tipe (SUT). Melihat respon baik dari konsumen, AHM memiliki niat memasarkan motor listrik di Indonesia.

Belum diketahui rupa dari motor listrik yang dimaksud apakah PCX listrik atau ada model lain.

Kendati demikian, Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya menjanjikan paling cepat motor non emisi Honda mendarat akhir tahun ini.


"(Kalau motor listrik) akhir tahun 2018 atau awal tahun depan ya," kata Thomas di Jakarta akhir pekan lalu.

Di tengah rencananya, AHM ternyata masih belum bisa memastikan respon konsumen terhadap motor listrik. Sebab, Ia menilai cara pandang orang Indonesia pada motor listrik agak berbeda.
"Kami belum tahu (respon konsumen bagaimana). Karena ini agak beda. Kalau matik dulu lebih kepada fungsional dan cara mengendarai. Nah motor listrik itu feeling riding-nya totally berbeda mungkin merasakan akselerasi jauh berkurang itu," jelas Thomas.

Kendala kedua, menurut Thomas, orang Indonesia masih menyukai kendaraan yang memiliki suara, tidak seperti motor listrik yang lebih hening ketika bergerak maju.

Kendala ketiga seperti dijelaskan Thomas adalah ketersediaan infrastruktur pengisian baterai motor listrik.

"Teman-teman kan juga sudah lihat di luar (negeri) butuh infrastruktur charging station yang cukup memadai," ujar dia.

Dan kendala terakhir, dikatakan dia dari sisi keamanan baterai motor listrik. Semua harus dipastikan aman dari segala aspek, mulai dari penggunaan, pengisian, sampai dengan saat menjadi limbah.
"Itu tidak main-main karena lebih high voltage. Lalu jangan sampai kita nanti jadi negara penuh limbah," ucap Thomas.

Beberapa kendala tersebut menyimpulkan mengenai waktu yang diperlukan Indonesia untuk mengubah dari menggunakan mesin bensin ke penggerak listrik. Dengan kondisi tersebut dipastikan akan cukup lama prosesnya.

"Kami belum tahu, masih studi. Pokoknya kami melihat prosesnya masih panjang. Dan kami sebenernya masih berkordinasi dengan AISI terkait tentang bagaimana regulasinya. Regulasi kan juga harus disesuaikan," tutup Thomas.

(mik)