"Kami pikir pendinginan akan lebih baik di bawah laut daripada di darat," jelas Ben Cutler, yang bertugas untuk pusat data bawah laut bernama Project Natick ini.
Sebab, salah satu komponen biaya terbesar di pusat data adalah biaya pendinginan. Sebab, server-server dalam jumlah banyak ini begitu panas saat bekerja dan perlu distabilkan dengan hawa dingin agar sistem tetap stabil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Alasan Mengapa Teknologi Blockchain Aman |
Data center ini akan ditempatkan di bawah laut selama lima tahun. Data center ini lantas akan dihubungkan dengan kabel data bawah laut.
Jika proyek bawah laut ini berhasil Microsoft merencanakan untuk menenggelamkan lima silinder serupa lainnya. Membangun pusat data bawah laut ini bahkan lebih cepat ketimbang membangunnya di darat.
Microsoft menyebut cukup 90 hari untuk membangun lima silinder tersebut. Sementara di darat pembangunan serupa akan memakan waktu tahunan. (eks)