Kementerian Pertahanan indonesia diniali lalai membayar satelit komunikasi yang dipinjam dari Avanti pada November 2016 lalu. Peminjaman dilakukan untuk mencegah hilangnya hak spektrum L-band pada 123 derajat sebelah timur orbit.
Sebelumnya pada orbit yang sama ditempati oleh Garuda-1, satelit milik Indonesia berusia 15 tahun yang sudah tidak beroperasi sejak 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah berawal ketika pemerintah Indonesia berhenti melakukan pembayaran sewa satelit. Avanti hanya menerima uang sebesar US$13,2 juta -- tak sampai setengah harga sewa yang telah disepakati.
Namun, hingga November 2017, pemerintah tak kunjung memenuhi kewajibannya melunasi utang. Avanti akhirnya menghentikan Artemis yang telah berusia 16 tahun dalam mengorbit Bumi.
Mengutip Spacenews, pada Mei lalu Kemenhan memberikan jawaban atas tunggakan kewajibannya selama ini. Kemenhan menyatakan tidak memiliki uang untuk melunasi utang kepada Avanti.
Slot L-band sendiri kerap digunakan untuk menghubungkan kapal maritim, membuat slot orbital, dan frekuensi yang menyertainya.
Berdasarkan aturan Badan Telekomunikasi Internasional (ITU), jika Indonesia tak mengambil tindakan dengan membiarkan slot L-band kosong dalam waktu tiga tahun maka berpotensi kehilangan hak penggunaan. (evn)