Setelah itu, pemudik yang akan mengikuti arus mudik 2018 sebaiknya pahami kondisi kendaraan sebelum berangkat mudik. Ini belajar dari insiden LCGC saat melewati jalur tol fungsional ruas Salatiga-Solo tepatnya di Jembatan Kali Kenteng.
Melihat kasus tersebut bisa dikatakan mesin mobil hilang tenaga sampai di tengah jalan menanjak. Mobil meluncur ke belakang karena gagal naik. LCGC yang dibawa mudik itu sendiri memang menyimpan kapasitas mesin di bawah 1.500 cc, dan tenaga yang dilontarkan pun tergolong kecil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk mobil LCGC yang memiliki cc cenderung kecil, problem-nya ada di tenaga yang tergolong cukup minim. Apalagi Anda membawa barang bawaan yang cukup banyak atau bahkan melebihi kapasitas kendaraan," kata Rifat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cara mengeceknya cukup mudah. Saat kendaraan Anda dalam keadaan diam, injak pedal gas secara perlahan. Semakin lama, RPM akan semakin naik. Ada satu titik di mana suara mesin mobil akan berubah menjadi lebih berat," ucap Rifat
Di samping itu, pemudik harus paham dengan istilah power to weight ratio (PWR) setiap kendaraan. Misal Daihatsu Ayla 1.197 cc tipe R transmisi manual tenaga 86,7 tenaga kuda (hp) pada 6.000 RPM dan torsi 108 nm pada 4.200 RPM.
Tenaga mesinnya berhubungan dengan bobot kendaraan. Mobil perkotaan ini sendiri memiliki bobot 860 kilogram. Dalam perhitungan PWR, semakin tinggi beban yang diterima mesin maka semakin berat kerja mesin.
Jika dihitung rumusnya adalah power (tenaga) dibagi berat sehingga jadinya kg/hp. Semakin besar angkanya (hp), maka semakin baik kemampuan mobil. Karena ini berhubungan dengan akselerasi.
Lihat juga:Waspada 'Microsleep' Saat Melaju di Tol |
Sementara dengan ada penumpang, misal total bobot pengendara dan penumpang 300 kg, cara menghitung 860 kg + 300 kg : 86,7 hp atau setiap 1 hp menerima beban 13,3 kg untuk diangkut.
Namun ini semua tidak semata-mata mobil menjadi 'keok' ketika menerima beban. Selain menghitung tenaga mesin, pemudik juga harus menghitung torsi. Torsi yang dihasilkan mobil tersebut dinilai mumpuni untuk mobil ukuran kecil yang mampu menampung empat sampai lima penumpang.
Yang perlu diperhatikan bagaimana pengemudi memanfaatkan torsi mulai di RPM rendah selain juga pahami karakter jalan mulai dari sudut kemiringan, jaga jarak dengan mobil depan dan jaga momentum saat di tengah jalan menanjak supaya mobil tidak kehilangan tenaga di tengah-tengah tanjakan.
(mik)