Namun, di balik gurauan itu terdapat sebuah kekhawatiran. Tidak semua orang siap menyambut kecerdasan buatan (AI). Beberapa tahun terkahir, seiring dengan terbosoan-terobosan yang dicapai dalam teknologi kecerdasan buatan, tokoh-tokoh dalam teknologi dan ilmu pengetahuan sudah mengingatkan tentang bahaya yang dapat disebabkan oleh kecerdasan buatan terhadap manusia, bahkan kemungkinan bahwa kecerdasan buatan dapat membawa "kiamat" bagi manusia.
Elon Musk adalah salah satu orang yang paling kuat menyuarakan tentang bahaya kecerdasan buatan. Pada Juli 2017 daam sebuah pertemuan gubernur-gubernur di AS, ia mengatakan, "Saya tahu tentang teknologi kecerdasan buatan terbaru, dan saya pikir orang-orang harus mengkhawatirkan hal ini."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fisikawan Stephen Hawking yang meninggal pada Maret tahun ini juga megekspresikan kekhawatirannya tentang kecerdasan buatan yang dianggapnya jahat. Seperti dilansir dari Space, pada 2014 ia mengatakan kepada BBC bahwa pembangunan kecerdasan buatan yang seutuhnya dapat menjadi akhir dari kehidupan manusia.
Sebuah jaringan bernama "Nightmare Machine" yang diperkenalkan oleh para ahli komputer MIT pada 2016, mengubah foto-foto biasa menjadi mengerikan dan mengganggu. Sebuah kecerdasan buatan bernama "Shelley" membuat cerita-cerita menakutkan, dilatih dari 140.000 cerita horror dari Reddit.
"Sangat menarik bagaimana kecerdasan buatan dapat mendorong munculnya emosi-dalam hal ini ketakutan," ujar manajer riset MTI Media Lab, Manuel Cebrian.
Menurut seorang profesor ilmu komputer dari Cornell University, Kilian Weinberger, perasaan negatif mengenai kecerdasan buatan secara umum dapat dibagi ke dalam dua kategori. Pertama, gagasan bahwa kecerdasan buatan akan memiliki kesadaran dan akan berbalik menghancurkan manusia, dan kedua, gagasan bahwa orang-orang tidak bertanggung jawab akan menggunakan kecerdasan buatan untuk melakukan kejahatan.
Hal ini berarti, ketika kecerdasan buatan mampu memiliki kecerdasan yang luar biasa-bermain catur dan mengidentifikasi objek dalam gambar, misalnya-hanya sampai di situlah kecerdasannya berakhir.
"Tentang kecerdasan buatan yang memiliki kesadaran, tidak ada kemajuan riset apa pun di area itu. Saya pikir tidak akan ada dalam waktu dekat," kata Kilian, seperti dikutip Space.
Di sisi lain, ide bahwa orang-orang jahat akan menggunakan kecerdasan buatan untuk melakukan kejahatan lebih mungkin untuk jadi kenyataan. Semua jenis mesin dapat digunakan untuk hal yang baik maupun yang buruk, tergantung tujuan dari penggunanya. Kemungkinan bahwa kecerdasan buatan akan dijadikan senjata tentu menjadi sangat menakutkan.
Kilian juga mengatakan, mungkin jika manusia bisa mengesampingkan ketakutannya terhadap kecerdasan buatan, mereka dapat lebih terbuka dalam melihat manfaat yang ditawarkannya. Contohnya, moil yang dapat mengemudikan dirinya sendiri suatu hari dapat mengurangi angka kematian karena kecelakaan yang seringkali diebabkan oleh kesalahan manusia. (eks)