Dilansir dari Reuters, dengan suntikan dana segar ini, Grab dapat memperluas jangkauan layanan online ke offline. Salah satunya memperluas pengiriman makanan dan pembayaran digital.
Menurut sumber Reuters, seorang eksekutif Toyota akan ditunjuk untuk menjabat sebagai dewan direksi Grab dan anggota tim Toyota akan diperbantukan sebagai seorang pejabat eksekutif.
Lihat juga:Grab Cetak Pendapatan Rp13,9 Triliun |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lama ini, Grab secara resmi mengumumkan bahwa pendapatan tahunan layanan transportasi ini mencapai US$1 mliar (Rp13,9 triliun). Hal ini diungkap President Grab Ming Maa dalam wawancaranya dengan kantor berita China Yicai.
Meski demikian, Maa menyebut bahwa Grab tidak berencana untuk balik modal sekarang. Maa menyebut bahwa perusahaan itu masih akan terus menitikberatkan investasi mereka di layanan finansial dan masih belum mempertimbangkan untuk mencetak keuntungan.
Perusahaan layanan ride-hailing di Asia Tenggara dan diseluruh dunia seperti diketahui masih belum ada yang menuai keuntungan. Ketatnya persaingan, membuat Grab dan para kompetitornya terus menerus bagi-bagi diskon dan promosi untuk mempertahankan pelanggan, sehingga berimbas pada tipisnya margin keuntungan mereka.
Sepanjang Juni 2017 hingga Juni 2018, Grab terus mengekspansi kota-kota baru di Asia Tenggara. Tercatat perusahaan tersebut telah melahap 162 kota baru di regional. (age)