Model 3 'Murah' Jadi Gimik Tesla Mengelabui Konsumen
CNN | CNN Indonesia
Jumat, 15 Jun 2018 16:35 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Mobil listrik Model 3 menjadi tonggak sejarah baru Tesla karena kemampuannya menempuh jarak sejauh 498 km dalam satu kali pengisian digemari banyak konsumen.
Patut diingat sejak awal diumumkan, Model 3 dijual dengan harga US$35.000 (Rp489 juta), atau sebagai mobil listrik versi termurah Tesla. Harga yang ditawarkan dianggap berupa 'gimik' penjualan dari Tesla guna mengelabui calon konsumen.
Oleh karena itu sejumlah pakar otomotif Amerika Serikat menilai Model 3 bukan mobil listrik massal.
Tesla menang belum resmi menjual Model 3 dengan harga dasar US$35.000. Konsumen yang tertarik membeli dengan banderol tersebut harus menunggu sampai Tesla meluncurkan tipe tengah dan paling mahal yang harganya mencapai US$60.000 atau sekitar Rp841,8 juta.
Musk memang tidak terburu-buru untuk memproduksi Model 3 dengan alasan pabrik belum siap memproduksi mobil.
Belum final soal harganya, secara tiba-tiba CEO Tesla Motors Elon Musk mengumumkan harga Model 3 tipe 'special high performance' dijual US$78.000 (Rp1,094 miliar) dilansir CNN.
[Gambas:Instagram]
"Pengiriman (minimum) biaya Model 3 menyebabkan Tesla kerugian," dari sebuah dalam Tweet Musk pada Minggu (10/6). Dalam cuitannya, Musk juga menambahkan proses pengiriman memakan waktu tiga sampai enam bulan lamanya.
Beberapa analis menilai Tesla yang menawarkan harga dasar Model 3 demi mencapai tingkat produksi 5.000 Model 3 di samping meraih keuntungan.
Dalam situs resmi Tesla menunjukkan harga Model 3 'termurah' tidak akan dikirimkan hingga akhir tahun ini. Perusahaan tak menjelaskan kapan konsumen menerima unitnya.
Sementara itu Tesla telah menyiapkan fitur-fitur tambahan dengan harga yang menyesuaikan, misal untuk konsumen yang inden warna khusus dikenakan biaya tambahan US$1.000, pelek sporty US$ 1.500.
Penambahan biaya sebesar US$5.000 jika konsumen bersedia mobilnya 'disuntik' teknologi autopilot (mobil bergerak tanpa sopir). Itu belum termasuk sistem all-wheel-drive yang akan tersedia. (mik/mik)
Patut diingat sejak awal diumumkan, Model 3 dijual dengan harga US$35.000 (Rp489 juta), atau sebagai mobil listrik versi termurah Tesla. Harga yang ditawarkan dianggap berupa 'gimik' penjualan dari Tesla guna mengelabui calon konsumen.
Oleh karena itu sejumlah pakar otomotif Amerika Serikat menilai Model 3 bukan mobil listrik massal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum final soal harganya, secara tiba-tiba CEO Tesla Motors Elon Musk mengumumkan harga Model 3 tipe 'special high performance' dijual US$78.000 (Rp1,094 miliar) dilansir CNN.
Lihat juga:Komitmen Tesla Rakit Mobil di Luar AS |
"Pengiriman (minimum) biaya Model 3 menyebabkan Tesla kerugian," dari sebuah dalam Tweet Musk pada Minggu (10/6). Dalam cuitannya, Musk juga menambahkan proses pengiriman memakan waktu tiga sampai enam bulan lamanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam situs resmi Tesla menunjukkan harga Model 3 'termurah' tidak akan dikirimkan hingga akhir tahun ini. Perusahaan tak menjelaskan kapan konsumen menerima unitnya.
Lihat juga:Elon Musk Ingin Buat Perusahaan Permen |
Penambahan biaya sebesar US$5.000 jika konsumen bersedia mobilnya 'disuntik' teknologi autopilot (mobil bergerak tanpa sopir). Itu belum termasuk sistem all-wheel-drive yang akan tersedia. (mik/mik)