Perang Hak Paten Apple dan Qualcomm

JNP, CNN Indonesia | Minggu, 17/06/2018 14:54 WIB
Perang Hak Paten Apple dan Qualcomm ilustrasi. (Foto: REUTERS/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perseteruan panjang antara Qualcomm dan Apple terkait pelanggaran hak paten cipset berpotensi mengakibat pelarangan import beberapa jenis iPhone.

Perseteruan ini dimulai dari dugaan Apple melanggar paten hak panten Qualcomm.

Dilansir dari Reuters, Qualcomm yang berbasis di San Diego meminta Komisi Perdagangan International Amerika Serikat (International Trade Commision/ ITC) untuk melarang impor iPhone pada tahun lalu.


Produk besutan Apple ini memiliki cipset besutan Intel yang notabene adalah rival dari Qualcomm.
Dalam persidangan di Washington DC, staf ITC pada Jumat (15/6) kemarin mengatakan Apple melanggar hak paten Qualcomm terkait teknologi penghemat daya baterai.

Apple berpendapat bahwa hak paten Qualcomm tidak valid. Oleh karena itu, Apple meminta agar hakim tidak melarang impor iPhone berbasis cipset Intel karena akan terjadi sebuah monopoli pada bisnis modem di Amerika Serikat.

Monopoli tersebut diproyeksikan mendorong Intel keluar dari bisnis modem. Apple mengatakan Qualcomm mematok harga terlalu tinggi untuk hak paten teknologi dasar di smartphone.

Oleh karena itu, Apple ogah untuk melanjutkan pembayaran royalti hak paten sampai kesepakatan yang lebih baik tercapai.
Qualcomm secara selektif menegaskan hak patennya untuk menargetkan hanya ke produk Apple yang dengan cipset Intel. Meskipun tuduhan pelanggaran patennya akan berlaku sama untuk produk Apple yang mengandung dengan cipset Qualcomm.

Kasus ITC adalah kasus pertama yang dibawa ke pengadilan, masih ada lebih dari 12 pertarungan legal soal hak paten kontrak. Pengadilan akan memutuskan hasil persidangan pada bulan Januari.

"Jika hakim ITC melanggar impor beberapa iPhone, maka Qualcomm akan menggunakan itu untuk mendesak Apple menyelesaikan atau membatalkan beberapa kasus paten dan kontrak lainnya," ujar pakar legal.
Apple berpendapat beberapa praktik Qualcomm merupakan praktik ilegal. Pembuat cipset itu telah membayar denda sebanyak milaran dolar atas pelanggaran antitrust di beberapa negara.

Qualcomm membantah tudingan itu dengan mengatakan bahwa praktiknya ilegal dan telah diterima sejak lama oleh konsumen ketika industri ponsel pintar meledak. (age/age)