Menggunakan data statistik dari pertandingan sebelumnya yang digabungkan dengan tiga macam metode AI, tim peneliti menarik kesimpulan bahwa Spanyol akan menjadii jawara pada pesta akbar sepak bola kali ini.
Sementara juara bertahan Jerman diprediksi akan menghadapi sejumlah lawan yang tak kalah tangguh. Tim Panser diperkirakan hanya bertengger sebagai runner-up pada kompetisi empat tahunan ini. Jerman diprediksi akan mengalahkan Spanyol dalam satu laga pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Alasan Kecerdasan Buatan Menakutkan |
"Dengan menganalisis probabilitas kemenangan tergantung pada pencapaian di setiap pertandingan. Ternyata fakta bahwa Spanyol tidak lebih disukai ketimbang Jerman, terlebih fakta bahwa Jerman memiliki peluang yang relatif tinggi untuk keluar di putaran 16," tulisa tim peneliti seperti mengutip Science Alert.
AI kemudian menarik kesimpulan dengan membuat simulasi dan membandingkan antarfaktor. Metode ini juga memberikan pandangan tentang faktor yang paling penting soal kemungkinan lawan untuk menandingi Jerman dan Spanyol.
Dibandingkan model matematikan lainnya, teknik ini dinilai mampu memberikan informasi yang lebih akurat untuk menarik kesimpulan.
Dalam penelitian ini, tim juga mempelajari sumber data tambahan seperti hasil pertandingan dari laga terdahulu dan latar belakang pelatih tim.
Sebaliknya, AI memperkirakan Arab Saudi memiliki peluang sangat kecil untuk melaju ke laga final.
Berbanding terbalik dengan hasil prediksi para akademisi, perusahaan konsultan keuangan Goldman Sachs justru memprediksi Brasil akan menjadi pemenang. Perusahaan ini juga menggunakan kecerdasan buatan untuk memperkirakan negara pemenang Piala Dunia 2018. (evn)