Untuk memaksimalkan upaya ini, Twitter akan meminta pengguna barunya menyertakan informasi alamat surel dan nomor ponsel saat membuat akun. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah bertambahnya akun palsu, terutama yang melibatkan bot.
"Ini adalah hal penting untuk dilakukan demi melindungi Twitter dari orang-orang yang mencoba memanfaatkan keterbukaan Twitter untuk mencari keuntungan sendiri," ujar dua orang eksekutif Twitter, Del Harvey dan Yoel Roth, seperti dilansir AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harvey dan Roth menegaskan pihaknya mulai mengambil langkah lebih lanjut untuk membersihkan akun spam dan bot dari platform mereka. Selain itu, pihaknya juga tengah berupaya menutup celah yang bisa dipakai untuk mengeksploitasi akun-akun tersebut.
Menurut catatan perusahaan, pada Mei lalu Twitter menemukan lebih dari 9,9 juta akun yang diduga dikendalikan oleh bot dan dipakai untuk menyebarkan konten spam.
Upaya tersebut dilakukan untuk menutup akun bot dan spam, termasuk cuitan yang dianggap melanggar kebijakan perusahaan. (rbc/evn)