Sistem ini termasuk mengirimkan informasi ke komputer sentral yang dihubungkan dengan jaringan transportasi kota.
Dilansir dari sistem ini merupakan bagian dari uji coba Alibaba Group yang berharap untuk menggunakan cloud dan sistem data untuk menangani masalah sistem kesehatan di China.
Lihat juga:'Sayonara' Robot Pintar Honda Asimo |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inovasi ini membuat para perusahaan teknologi bisa menikmati pengeluaran negara yang diperkirakan akan menyentuh US$1 trliun pada 2020.
Lihat juga:Microsoft Perbarui Teknologi Pengenal Wajah |
"Kesempatan ini berkembang sangat cepat," kata Chief Machine Intelligence Scientist di Divisi Cloud Alibaba Min Wanli.
Alibaba juga bekerja sama dengan rumah sakit di Shanghai menggunakan data untuk memprediksi kebutuhan pasien dan pengalokasian dokter. Di Provinsi Zhejiang, Alibaba juga mengembangkan alat diagnosis yang dibantu dengan AI untuk menganalisis gambar medis seperti CT Scan dan MRIs.
"Calon tenaga kerja harus melalui pelatihan yang sangat khusus untuk membaca CT Scan dan MRI," ujar Min.
Perkembangan Teknologi di Rumah Sakit Menutup Jurang Kesenjangan
Rumah sakit di China meningkatkan penggunakan teknologi untuk menjembatani kesenjangan antara pusat kota dengan daerah terpencil. Di mana daerah terpencil itu sering kali kekurangan dokter dan pasokan medis.
Pada saat yang sama, Kota Beijing berjanji akan memberikan akses layanan kesehatan yang lebih baik dan meningkatkan perawatan masyarakat meskipun kekurangan dokter. Di sini lah teknologi berperan penting untuk membantu sumber daya yang terbatas itu. (age)