Awalnya, penduduk mengira itu merupakan sebuah kapal luar angkasa. Namun, kemudian seorang Kurator Debu Kosmik NASA, Marc Fries menyatakan bahwa itu adalah sebuah meteorit.
Meteorit tersebut kira-kira berukuran sebesar lapangan golf yang kemudian pecah dan jatuh di laut, kira-kira berjarak 26 kilometer dari garis pantai. Ada sekitar dua ton bongkahan yang diperkirakan tersebar di dasar laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika itu, kapal Nautilus berada tak jauh dari lokasi kejadian, dan Nautilus memiliki sejumlah perangkat canggih yang dapat mendukung pencarian pecahan meteorit tersebut untuk studi lebih lanjut. Bersama dengan para peneliti dari University of Washington, lembaga Olympic Coast National Marine Sanctuary, dan NASA, Nautilus akan menggunakan kapal-kapal selam yang dikendalikan dengan remote untuk mengumpulkan pecahan meteorit.
Seluruh pecahan yang ditemukan akan diberikan untuk menambah koleksi penelitian di Smithsonian Institution di Washington, D.C. Nautilus sendiri adalah kapal milik sebuah organisasi non-profit, Ocean Exploration Trust (OET). OET adalah organisasi yang sebelumnya telah menemukan bangkai kapal Titanic.
[Gambas:Youtube] (age)