"Hujan meteor Leonids puncaknya pada Jumat malam, 17 November, sampai dini hari 18 November. Menjelang tengah malam sampai menjelang shubuh," terang Djamal ketika dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat.
Hujan meteor Leonid sendiri disebabkan saat Bumi melewati puing-puing yang ditinggalkan oleh Kuil Komet-Tuttle. Puing-puing itu terbakar di langit karena gesekan yang diakibatkannya saat memasuki atmosfer Bumi. Hasilnya akan ada bintang jatuh selama kurang dari sedetik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama siklus Leonid di tahun-tahun terakhir ini, tingkat produksi meteor jauh lebih rendah. Antara tahun 1998 dan 2002, meteor yang turun rata-rata hanya ratusan per jam.
"Semua wilayah yang memenuhi tiga syarat tersebut berpotensi untuk melihat hujan meteor Leonids. Hujan meteor terjadi setiap tahun dan berlaku global," tutup Djamal. (evn)