Perang Dagang Amerika, GM Akan Naikkan Harga Jual Mobil

JNP, CNN Indonesia | Senin, 02/07/2018 19:36 WIB
Perang Dagang Amerika, GM Akan Naikkan Harga Jual Mobil Ilustrasi. (Foto: Reuters/Artho Viando CNNIndonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan otomotif asal Amerika Serikat, General Motors (GM) terpaksa memangkas jumlah pengeluaran dengan melakukan perampingan perusahaan dan meningkatkan harga jual kendaraan besutannya. Hal ini disebabkan oleh gerakan Presiden Amerika Serikat Donald Trumps yang menyarankan penarikan pajak mobil impor sebesar 25 persen.

GM mengatakan kebijakan dagang Trump ini bisa menyebabkan perang dagang industri otomotif. Kekhawatiran ini tidak hanya disampaikan oleh General Motors, tapi juga oleh diikuti oleh banyak perwakilan dari industri otomotif dan industri suku cadang kendaraan.

"Tingginya peningkatan tarif bisa menyebabkan GM menjadi lebih kecil. Ini mengurangi keberadaan perusahaan di Amerika dan di luar negeri. Peningkatan tarif ini juga akan beresiko mengurangi jumlah lapangan kerja di Amerika," kata GM dalam surat tertulis ke Kementerian Perdagangan Amerika Serikat.


GM saat ini mempekerjakan 110 ribu orang di fasilitas manufaktur dan 25 fasilitas bagian di Amerika. Perusahaan ini berkomitmen kepada pasar di Amerika Serikat.
Kenaikkan tarif ini dilihat bisa membuat Amerika mendapat balasan di pasar lain. Hal ini memaksa perusahaan unutk menaikkan harga jual barang atau akan mendapatkan keuntungan yang lebih rendah. Keuntungan yang lebih rendah ini mengurangi pada investasi dan sistem perekrutan.

Kementerian Perdagangan baru-baru ini mengumpulkan komentar publik sebagai usaha investigasi yang digelar pada bulan Mei. Investigasi mencoba menguak apakah impor mobil dan suku cadang mobil mengancam keamanan nasional Amerika.

Pemerintah Trump memperluas definisi ancaman nasioanal termasuk merupakan ancaman keamanan ekonomi.

Langkah ini merupakan serangkaian kebijakan perdagangan yang agresif. Keagresifan kebijakan perdagangan ini termasuk kebijakan Trump yang memutuskan untuk memberlakukan pelonjakan tarif pada impor besi dan aluminium. Lonjakan tarif ini sebesar 25 persen pada puluhan miliar dolar produk China.
Pemerintah Trump mengatakan bahwa sikap konfrontatif ini diperlukan untuk menanggulangin perjanjian dagang yang merugikan Amerika. Gubernur Kansas Jeff Colyer juga keberatan dengan pelonjakan tarif tersebut. Colyer mengatakan industri otomatif berkontribusi sebesar US$1 miliar kepada pendapatan pajak Amerika Serikat.

Ia juga mengatakan GM baru-baru ini berinvestasi sebesar US$265 juta untuk membangun pabrik di Kansas. Pabrik ini akan memproduksi SUV Cardillac terbaru.

"Saya juga mengerti bahwa pemerintah ingin mencapai tingkatan tertentu di perdagangan internasioal. Kendati begitu, saya tetap memerhatikan keberlangsungan perkembangan industri otomotif," kata Colyer
Japan Automobile Manufacters Association (JAMA) menekankan bahwa Amerika telah mengimpor lebih sedikit kendaraan dari Jepang. Dengan investasi Jepang sebesar US$ 50 miliar dalam pembangunan pabrik dan pusat penelitian di Amerika.

"Kendaraan impor tidak mengancam kemanan nasional Amerika Serikat. Malah meningkatkan pilihan kebutuhan beragam dari konsumen. Bahkan kebutuhan ini juga menciptakan permintaan baru di pasar," kata JAMA

Serikat United Steelworker justru mendukung tarif Trump ini. Mereka beranggapan sektor-sektor otomotif merupakan hal krusial dalam kepentingan negara.

"Sektor otomotif dan suku cadang akan sangat penting bagi keberlanjutan pertahanan negara kami," kata serikat tersebut. (ADF/age)