Sebelum perempuan menjalani kemoterapi atau radioterapi untuk kanker, biasanya sel-sel telur mereka akan dibekukan. Hal itu dapat berujung pada kematian sel telur.
Perempuan yang belum memasuki masa puber atau yang memerlukan penanganan darurat sebelum mereka memproduksi sel telur biasanya bergantung pada jaringan ovarium.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jika terdapat dugaan sel-sel kanker yang tersisa di jaringan tersebut, maka implantasi akan menjadi sangat berisiko.
Melalui percobaan terhadap tikus, mereka dapat membuktikan bahwa sel-sel telur dapat kembali terintegrasi dan hidup, kemudian dapat dicangkokkan ke dalam tubuh makhluk hidup.
Secara teoretis, sel-sel telur akan bertumbuh sampai matang dan berganti seiring dengan siklus menstrual.
Dilansir dari Independent, peneliti yang memimpin penelitian ini, Dr. Susanne Pors mengatakan bahwa kemungkinan sel kanker untuk kembali memasuki tubuh pasien masih ada walaupun rendah. (age)