Penurunan penjualan mobil Fiat di AS tercatat sebanyak 44 persen selama 2018. Perusahaan otomotif asal Italia itu hanya mampu menjual sepertiga dari total penjualannya selama tahun 2014.
Perusahaan menjual empat model di AS, yaitu Fiat 500, 500L dan 500X. Semua adalah mobil kompak yang kurang digemari oleh konsumen di Amerika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda telah melihat penjualannya dan bertanya-tanya mengapa merek itu (Fiat) masih ada di sini (di AS)," kata Rebecca Lindland, analis dari Cox Automotive kepada CNN Money.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada keuntungan saat meniagakan mobil kecil, terutama mobil kecil yang murah," kata Michelle Krebs, analis dari AutoTrader.
Lihat juga:Fiat Mulai Jajaki Kemitraan dengan Hyundai |
Beberapa pengamat otomotif menjelaskan Fiat harus berjuang lebih keras lagi untuk mewujudkan impiannya di negeri paman sam, mengingat ancaman 'perang dagang' yang diberlakukan pemerintah Trump baru-baru ini.
Sebab kebijakan Donald Trump yang pertama kali mengenakan tarif pada baja dan aluminium dari Uni Eropa dan negara lain bisa memicu kenaikan harga mobil-mobil Fiat secara signifikan.
Dilaporkan bahwa tren negatif ini sudah mulai dirasakan sejumlah oleh dealer Fiat di AS, namun belum sampai terjadinya PHK lantaran pengusaha masih bisa membayar hak karyawan.
Dari 400-an dealer FCA di AS, cuma 13 dealer yang menjual Fiat. Dan sekitar 100 dealer menjual Alfa Romeo.
"Itu semua tergantung pada berapa banyak konsumen yang membelinya (merek Fiat)," jelas Lindland. (mik)