Pada penawaran perdana (Initial Public Offering/ IPO), saham Xiaomi dilepas seharga 17 dolar Hong Kong (sekitar Rp30 ribu) per lembar.
Dengan begitu, valuasi Xiaomi saat in mencapai US$54,3 miliar atau sekira Rp776 triliun. Angka ini setengah lebih rendah dari yang diperkirakan pada Januari lalu yakni sebesar US$100 miliar (sekira Rp1.000 triliun).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perdagangan masih di bawah harga menunjukkan bahwa investor tak mempermasalahkan valuasi saham yang justru lebih tinggi dari Tencent dan Apple," ungkap Yip seperti dilaporkan Reuters.
Xiaomi berencana menjual 2,18 miliar lembar saham dan menjadikannya sebagai IPO terbesar di jagat teknologi setelah Alibaba yang mengoleksi US$25 miliar saat melantai di bursa saham New York pada 2014 lalu.
Usai IPO, Jun menegaskan fokus utama perusahaan kedepannya bukan hanya menjual banyak perangkat atau mengantongi lebih banyak keuntungan. Kendati demikian, perusahaan asal China ini mengaku akan tetap mengusung strategi memboyong ponsel murah dengan performa tinggi, produk terkoneksi internet, dan jaringan ritel. (evn)