Dokumen pengajuan tersebut tidak memberikan rincian tentang besaran IPO yang direncanakan, tetapi laporan telah memperkirakan bisa bernilai sekitar US$10 miliar. Kesepakatan sebesar itu akan membuatnya menjadi nilai IPO terbesar sejak Alibaba go public pada September 2014.
Dilansir dari CNN, Xiaomi menolak berkomentar tentang nilai IPO, yang diperkirakan akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang. Ketika mengumpulkan uang pada akhir 2014, Xiaomi dihargai US$45 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan itu mengatakan menjual produknya di 74 negara dan wilayah. Dia pun telah menikmati pertumbuhan yang sangat kuat di India, di mana ia telah menyusul Samsung sebagai pembuat smartphone terlaris.
Laba operasional naik lebih dari tiga kali lipat menjadi 12 miliar yuan (US$1,9 miliar).
Xiaomi menjadi berita utama pada 2014 ketika menjadi startup paling berharga di dunia. Tetapi perusahaan kemudian mengalami masalah, mengalami penurunan penjualan smartphone pada 2016 karena kesulitan dengan masalah rantai pasokan.
"Sejauh yang kami tahu, selain Xiaomi, tidak pernah ada perusahaan smartphone lain yang berhasil rebound setelah penurunan penjualan," tulisnya.
Seperti Apple, Xiaomi juga menghasilkan uang melalui layanan yang terhubung ke smartphonenya.
Tahun lalu, bisnis layanan internet Xiaomi mendatangkan pendapatan sekitar 10 miliar yuan (US$1,5 miliar). Tapi itu masih sebagian kecil dari 80 miliar yuan (US$12,5 miliar) yang dihasilkan dari penjualan smartphone. (age)