Pesawat Terbang Listrik Sukses Keliling Dunia Selama 16 Bulan

JNP, CNN Indonesia | Senin, 09/07/2018 19:14 WIB
Pesawat Terbang Listrik Sukses Keliling Dunia Selama 16 Bulan Ilustrasi. (REUTERS/Jean-Paul Pelissier)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pabrikan otomotif berlomba-lomba mengembangkan kendaraan listrik. Inovasi kendaraan listrik itu ternyata 'menular' ke industri penerbangan dengan keberadaan pesawat terbang bertenaga listrik.

Armada angkutan udara bertenaga listrik ini selain ramah lingkungan, juga menguntungkan penumpang karena tiket pesawat diakui akan lebih murah.

Dilansir Tech Radar, pesawat terbang yang dinamakan Solar Impulse 2 ini telah melakukan perjalanan keliling dunia selama 16 bulan dari Abu Dhabi, kembali lagi ke Abu Dhabi.


Alih-alih ditenagai dengan bahan bakar fosil, Solar Impulse 2 sangat ramah lingkungan karena dilengkapi panel surya, motor elektrik, dan empat baterai lithium ion berkapasitas 41 kWh.
Hadir tanpa penggunaan bahan bakar fosil keuntungan dari kendaraan ini justru menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Menurut Komisi Uni Eropa emisi pesawat terbang menyumbang sekitar tiga persen dari total emisi gas rumah kaca di Uni Eropa dan sekitar empat persen dari emisi gas rumah kaca di seluruh dunia.

Angka ini cukup besar dengan pertumbuhan yang cepat. Sebagai perbandingan, emisi setiap orang yang melakukan penerbangan London ke New York kira-kira setara dengan seseorang di Eropa yang menggunakan perapian rumahan terbuat dari batu selama satu tahun penuh.

Dengan penerbangan listrik, peningkatan emisi ini bisa dikurangi cukup signifikan. Penggunaan energi listrik ini membuat target ambisius Uni Eropa untuk mengurangi emisi rumah kaca hingga 40 persen di bawah emisi gas tahun 1990 pada tahun 2030. Dengan target pada tahun 2050, gas emisi seluruh dunia lebih rendah 80 persen dari emisi gas buang tahun 1990.

Penggunaan pesawat terbang ini sangat menguntunkan. Klaim perusahaan, pesawat terbang listrik tersebut mempertahankan performa saat di ketinggian. Dengan tenaga yang dimiliki, pesawat terbang listrik malah mampu mengimbangi kecepatan yang setara dengan pesawat terbang berbahan bakar fosil.
Kendati demikian, pesawat terbang bertenaga listrik belum bisa dipastikan kapan untuk kebutuhan armada komersial. Pasalnya para teknisi masih mencari tahu besaran power to weight ratio yang layak sesuai dengan standar penerbangan. Ini harus benar-benar diperhatikan agar pesawat aman digunakan untuk kebutuhan angkutan komersil.

Industri penerbangan bertenaga listrik masih menjadi 'pekerjaan rumah' bagi sejumlah perusahaan bahwa teknologi yang tersimpan akan meningkat secara signifikan di masa depan dan dibutuhkan di dunia penerbangan. (mik)