Cara Perlakukan Baterai PCX Hybrid agar Tahan Sampai 4 Tahun

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Sabtu, 14/07/2018 12:35 WIB
Cara Perlakukan Baterai PCX Hybrid agar Tahan Sampai 4 Tahun Baterai lithium-ion tersimpan di dalam bagasi PCX hybrid. (Foto: Rayhand Purnama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Honda PCX hybrid menjadi motor hybrid pertama di Indonesia. Perlakuan berbeda untuk motor skutik ini, terutama pada baterainya yang menyuplai daya ke motor assist.

Umumnya usia pakai baterai sekitar empat tahun. Namun, kekuatan baterai bakal cepat soak jika pemiliknya tak memahami cara berkendara PCX hybrid. Alhasil, konsumen harus merogoh kocek hingga Rp7 juta untuk membeli baterai lithium-ion.

"Gaya berkendara. Kan kalau kita selalu menggunakan motor assist dalam keadaan tidak normal pasti usia pakai baterai semakin pendek," kata Teknikal Servis Divisi AHM Reza Rezdie Shahertian di Kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Menurut dia pengguna PCX hybrid tidak boleh sembarang dalam menggunakan mode assist D (drive) dan S (sport) dengan asal memutar gas hanya untuk mendapat akselerasi. Pengemudi pun disarankam harus bijak saat menggunakan mode itu.


"Semua tergantung kebutuhan saja. Jadi kalau mau dibetot terus-terusan ya tidak masalah sih, dan paling jadi pengaruh ke daya tahan aja," ucap dia.

Ia pun menerangkan jika baterai sudah lemah, motor akan memberi peringatan melalui lampu indikator berwarna oranye di panel meter.
"Nah kalau sudah muncul assist sistem tidak bisa bekerja karena baterai tidak ada muatan listrik. Mesin tapi masih nyala, seperti PCX biasa performanya. Dan biasanya bisa dipastiin kalau sudah usia delapan tahun baterai itu benar-benar sudah mati," ujar dia.

Sementara untuk proses perawatannya, ia menyampaikan bahwa semua tidak akan jauh berbeda dari pemeliharaan PCX konvensional.

"Jadi kami kan lihat di baterai indikatornya saja. Kalau indikator tidak muncul berarti sistem hybrid normal, tidak perlu diapa-apain," ujar dia.
AHM telah menyiapkan 83 jaringan dealer dengan perlengkapan khusus untuk 'merawat' PCX hybrid.

"Servisnya sama, tapi memang terhadap baterainya khusus. Kan baterai itu bisa dicek, kami ada alatnya dan tidak makan waktu lama. Jadi nanti dia (mekanik) pakai sarung tangan, harus ada isolator dan lainnya," tutup General Manager Technical Service Division AHM Wedijanto Widarso. (mik)


BACA JUGA