"Hari ini kami luncurkan aplikasi agnostik TCash. Semua orang Indonesia bisa menggunakan TCash tak peduli providernya ya apa. Mereka bisa menggunakan segala fitur TCash. Kita sudah dapat izin resmi dari Bank Indonesia," kata Chief Executive Officer (CEO) TCash Danu Wicaksono saat di Kantor TCash, Jakarta Selatan, Selasa (17/7).
Peluncuran ini sedikit terlambat, sebab sebelumnya TCash sempat menjanjikan bahwa layanannya ini akan bisa digunakan bulan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target awal pada tahun 2018 sebelum ada agnostik adalah40 juta, ditambah 20 persen setelah adanya agnostik. Jadi sekitar 8 juta dari operator lain," kata Danu.
"Kita menunggu waktu yang tepat untuk mengungumkan karena agnostik ini harus dalam pelaksanaannya semua pengguna operator harus bisa menikmati fitur fitur di TCash. Misalnya ketika menelepon Call Center TCash atau ke GraPARI seluruh pengguna bisa dilayani," kata Herman.
"Kita jadi lebih oke hubungan dengan merchant. Karena mereka sering bertanya, 'oh ini hanya pelanggan Telkomsel'. Dari sisi konsumen ini juga jadi bagus. Karena membuka pasar bagi merchant," kata Herman.
Herman mengatakan saat ini TCash telah memiliki 50 ribu mitra pedagang, 10 ribu diantaranya adalah mitra pedagang lokal. Tahun ini Tcash berencana untuk membuka jaringan mitra pedagang menjadi 100 ribu.
Untuk perangkat yang tidak memiliki NFC bisa melakukan pembayaran dengan stiker TCash yang memiliki cip didalamnya. Dengan demikian stiker TCash juga kini bisa digunakan oleh pelanggan operator manapun.
"Sebenarnya stiker itu salah satu cara pembayaran TCash selain QR Code. Tapi karena orang-orang belum familiar, jadi ya pakai stiker, yang penting sudah teregister di TCash Wallet. Kalau sudah teregister, seluruh pengguna operator sudah bisa menggunakan stiker itu juga," papar Dinda Sarasannisa, Head of Corporate Communication TCash, saat dihubungi terpisah usai acara. (eks/eks)