Rasa Jajal Skutik Hybrid Pertama di Indonesia

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 19/07/2018 09:13 WIB
Rasa Jajal Skutik Hybrid Pertama di Indonesia PCX hybrid memiliki dua jantung penggerak, yaitu mesin bensin dan motor listrik. (Dok. Honda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Astra Honda Motor (AHM) menjadi agen pemegang merek (APM) pertama yang berani menjual PCX hybrid dengan harga Rp40,3 juta atau dijual lebih mahal belasan juta rupiah dari PCX versi konvensional.

Tak salah jika motor itu dijuluki 'skutik hybrid pertama' di Indonesia. Mendengar namanya tentu sangat asing bagi sejumlah orang yang lama mengenal motor konvensional atau motor hanya dengan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine).

PCX hybrid sendiri memiliki dua jantung penggerak atau hybrid hasil penggabungan antara mesin bakar dan motor listrik. Lantas seberapa istimewa motor ini?


CNNIndonesia.com berkesempatan merasakan skutik hybrid itu setelah diluncurkan di JI Expo Kemayoran, Jakarta pada pekan lalu. Area parkir tempat peluncuran motor disulap menjadi area uji coba terbatas lengkap dengan tikungan dan lintasan lurus guna membuktikan teknologi hybrid.
Dilihat sepintas, desainnya tidak asing lagi. Duduk di joknya relatif sama dengan PCX versi konvensional. Yang terlihatnya berbeda ada pada emblem 'hybrid' di bagian sayap.

Honda PCX hybrid sudah menyuguhkan panel meter dengan informasi level pengisian dan indikator daya baterai. Dari situ, pengendara bisa tahu berapa kapasitas daya baterai yang dijual terpisah dengan harga Rp7 juta tersebut.

Pada sebelah kiri batang kemudi ada satu tombol untuk mengaktifkan mode hybrid. Bagian itu yang mencuatkan rasa penasaran, seberapa efektif tombol itu bekerja.

Uji coba pertama di lintasan tanpa mengaktifkan mode hybrid. Performa mesin yang ditawarkan persis dengan PCX mesin kapasitas 149,3cc. Dengan mode standar, tak terasa mengendarai motor di atas harga Rp40 juta.

Usai melahap putaran pertama, saya pun langsung menekan tombol mengaktifkan mode hybrid. Mode pertama dipilih adalah D (drive).
Mengaktifkan mode hybrid ini dapat dilakukan sembari motor bergerak. Selanjutnya selongsong gas diputar mentok saat di lintasan lurus. Ini untuk membuktikan apakah benar ada tambahan tenaga dari motor assist.

Dan benar saja, seperti ada tenaga lebih menggerakkan roda belakang ketimbang tidak mengaktifkan mode D. Dari situ saja CNNIndonesia.com sudah bisa melihat perbedaan antara PCX konvesional dan hybrid.

Uji coba kedua dilakukan dengan mengaktifkan mode S (sport). Sebagai informasi, mode S ini menjadi fitur andalan PCX hybrid yang membuatnya berbeda dengan skutik lainnya di Indonesia.

Fitur ini juga menjadi 'kuncian' Honda di segmen skutik dalam negeri. Sebab ketika mode S aktif, terasa sekali ada tenaga tambahan yang menggerakkan roda belakang. Suplai tenaga dari motor assist membuat skutik bergerak lebih cepat dan menambah keyakinan untuk mendahului kendaraan di depan. Mode S bisa diaktifkan saat skutik bergerak meski dalam kecepatan rendah.
Sebagai pengingat bahwa motor assist mendapat daya dari baterai lithium-ion tipe 50.4 v-4 Ah yang tersembunyi di bawah jok. Baterainya sendiri mampu bertahan hingga empat sampai lima tahun dengan kelebihannya tanpa perawatan selama penggunaan.

Kesimpulan

Usai 'mengencani' PCX hybrid, saya simpulkan teknologi yang tersimpan memberi warna baru di segmen sepeda motor dalam negeri. Namun, jangan terlalu berharap status hybrid di belakang nama PCX mampu menghemat konsumsi bahan bakarnya.

Jika Anda mencari skutik berperforma yang nyaman, mungkin PCX hybrid bisa dijadikan pilihan. Dengan begitu, ada 1 poin yang didapat, yaitu membuat gengsi konsumen terangkat sebagai pengguna skutik hybrid pertama di Indonesia. (mik)