MV Iriana, Kapal Listrik yang Siap Membelah Laut Indonesia

Agnes Savithri, CNN Indonesia | Sabtu, 21/07/2018 09:35 WIB
MV Iriana, Kapal Listrik yang Siap Membelah Laut Indonesia MV Iriana, kapal semen curah pertama di Indonesia yang menggunakan sistem electric propulsion. (Foto: CNN Indonesia/Artho Viando)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia yang berbentuk negara kepulauan terkenal sejak dahulu sebagai negara maritim. Lanskap alam yang didominasi oleh lautan membuat transportasi laut Indonesia seharusnya menjadi salah satu yang terbaik.

Sayangnya, geliat industri perkapalan laut Indonesia tak sekencang transportasi lain. Berbeda dengan angkutan darat dan udara, angkutan laut Indonesia cukup tertinggal.

Sebagian besar kapal yang berlayar merupakan kapal laut asal negeri seberang dan sudah usang. Teknologi perkapalan pun jauh tertinggal dengan negara lain.


Namun, satu tahun lalu PT Sumber Marine Shipyard membuat gebrakan baru dalam industri kapal dalam negeri dengan menyelesaikan pembangunan kapal MV Iriana berteknologi terbaru yakni sistem electric propulsion.
Kapal angkut semen curah tersebut menjadi kapal bertenaga listrik pertama di Indonesia. Chairman PT Sumber Marine Shipyard Haneco W. Lauwensi mengungkapkan teknologi terkini dalam perkapalan membuat Indonesia menjadi negara nomor tiga di Asia yang memiliki kapal laut listrik.

"Indonesia menjadi negara nomor tiga di Asia dalam membangun jenis kapal ini setelah Jepang dan Taiwan," ujar Haneco kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/7).

Haneco terinspirasi membuat kapal ini karena melihat banyaknya kapal yang berlayar di Indonesia berasal dari secondhand asing dengan kondisi tidak 100 persen bagus.

"Khususnya Indonesia banyak membeli secondhand ke Jepang. Kami mengadakan kunjungan ke jepang dan tinjau kapal baru mereka. Timbul keinginan membangun kapal," jelasnya.

Kapal ini memiliki teknologi teranyar dari industri kapal laut Indonesia. Dengan merogoh kocek sekitar US$20 juta, kapal listrik ini dapat menghemat energi 10%-20% dibandingkan dengan kapal konvensional. Dari sisi cost of operation pun, kapal ini memiliki biaya lebih rendah jika dibandingkan dengan kapal konvensional lain. 

Teknologi listrik yang dibenamkan dalam kapal ini membuat kapasitas mesin dapat disesuaikan saat mengangkut barang dan menurunkan barang. Kapal listrik pertama di Indonesia ini ditenagai oleh empat generator.
Dua generator besar masing-masing memiliki tenaga 1.720 kw dengan didamping dua generator kecil masing-masing 560 kw. Generator besar ini menggunakan bahan bakar MFO (marine fuel oil) berbeda dengan mayoritas kapal angkut konvensional yang menggunakan solar.

"Dari sisi bahan bakar pun, kapal listrik lebih hemat sekita 25%," tambah Haneco.

Dari sisi ramah lingkungan, polusi yang dihasilkan pun jauh menurun dibandingkan dari kapal konvensional dengan main engine.

MV Iriana memiliki spesifikasi panjang 117 meter, lebar 25,5 meter, tinggi 7,9 meter, kedalaman ke air 6,3 meter, dan kecepatan 10 knot tersebut dikerjakan oleh 800 pekerja Indonesia dalam waktu kurang dari setahun.

Selain mesin yang didatangkan dari Jepang, seluruh komponen kapal ini berasal dari dalam negeri.

[Gambas:Video CNN]

Haneco menjelaskan alasan penamaan kapal listrik pertama ini sama dengan nama Ibu Negara karena ini menjadi kapal listrik pertama di Indonesia.

"Kami suka menamakan lady karena mengganggap kapal itu "she" jadi bisa melahirkan. Kapal bisa terus berkembang dan bertambah. Sementara itu, ini kapal listrik pertama Indonesia. Kenapa gak pake nama first ladynya saja," kisah Haneco.

Saat ini, MV Iriana disewa oleh perusahaan semen Holcim dan mengankut semen dengan rute dalam negeri seperti Tanjung Priok-Lampung dan beberapa rute lainnya. (age/age)


ARTIKEL TERKAIT