Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan saat ini kebijakan pemerintah belum mendukung galangan kapal dengan maksimal.
Padahal, galangan kapal dalam negeri memiliki kemampuan yang mumpuni hingga membuat kapal listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Usia kapal. Terlalu tua tidak boleh impor. Ini juga bisa mematikan galangan kapal domestik," jelasnya.
Galangan kapal pun dikabarkan banyak yang gulung tikar karena minimnya pesanan kapal.
Opsi alternatif seperti BUMN yang membeli kapal dalam negeri pun bisa dilakukan.
Dia mengakui jika membuat kapal laut dengan teknologi terkini seperti kapal listrik, memang masih agak mahal. Namun, dari sisi biaya operasional akan jauh lebih efisien karena banyak hal yang bisa diminimalisir seperti bahan bakar.
Kapal listrik pun bisa membawa muatan lebih banyak sehingga akan ada perhitungan angkut yang lebih singkat dengan kapasitas bawaan lebih besar. Dia mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan beberapa perusahaan galangan kapal namun belum dilakukan secara masif merangkul seluruh perusahaan.
"Intinya kami akan menyiapkan kebijakan umum yang berporos menguatkan galangan kapal dan maritim dalam negeri," tegasnya.
Saat ini, Indonesia baru memiliki satu kapal listrik buatan anak bangsa. Kapal listrik dengan nama MV Iriana ini dikerjakan dengan kisaran 400 orang dan 800 orang pada waktu puncak.
Sayangnya, perusahaan domestik lainnya belum tertarik membeli atau membuat kapal laut yang serupa. Opsi membeli dari asing dengan kondisi bekas masih menjadi pilihan utama para pengusaha. (age)