Mengutip CNBC International, Selasa (24/7) kondisi kesehatan Marchionne tak kunjung membaik pasca operasi pundak tiga minggu lalu. Masalah kesehatan ini juga membuat Marchionne tidak mengantor di Ferrari.
Sejumlah pengamat otomotif mengatakan, hengkangnya Marchionne dari FCA dan Ferrari sangat disayangkan. Sebab, di kubu Ferrari sendiri, harga saham perusahaan telah meningkat 155 persen sejak bergabungnya Marchionne pada tahun 2015-2016 berdasarkan Credit Suisse dilansir dari AFP.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, sementara perubahan manajemen sudah direncanakan untuk 2019 dan diharapkan transisi yang relatif mulus, kami sering melihat ada risiko perusahaan setelah keluarnya pemimpin yang dinamis, transformatif dan karismatik."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sejarahnya, perusahaan asal Italia itu resmi menggunakan nama Fiat Chrysler Automobiles saat masuk bursa saham New York pada Oktober 2014. Ini setelah Fiat mengakuisisi Chrysler pada Januari 2014. FCA pun membawahi merek Fiat, Chrysler, Jeep, dan Dodge.
Marchionne dikabarkan menderita sakit serius di bahu bagian kanan. Namun, rumah sakit yang merawatnya enggan memberikan keterangan kepada media terkait penyakit yang diderita Marchionne.
Berbagai asumsi muncul tentang mundurnya Marchionne dari FCA dan Ferrari. Bahkan ada yang menyebut ada unsur politik dari semua ini.
Lihat juga:Nasib Merek Mobil Fiat di AS di Ujung Tanduk |
Masa depan Fiat pun diragukan setelah kepergian 'tangan dingin' Marchionne. Selama ini Ia telah memberikan gagasan bagus demi menjaga bisnis Fiat di berbagai negara.
(mik)